ANKARA (Arrahmah.id) – Seorang pejabat Turki mengungkapkan bahwa negaranya kini memainkan peran penting sebagai penghubung komunikasi antara Iran dan Amerika Serikat di tengah memanasnya konflik kawasan.
Harun Armagan, Wakil Ketua Urusan Luar Negeri Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), menyatakan bahwa Ankara secara aktif menyalurkan pesan antara Iran dan Amerika Serikat guna mendorong de-eskalasi dan membuka jalan menuju perundingan langsung.
Menurut laporan Reuters pada Rabu (25/3/2026), Armagan tidak merinci isi pesan tersebut, namun menegaskan bahwa Turki juga menyampaikan komunikasi kepada negara-negara Teluk yang kini turut terdampak meluasnya konflik regional, terutama setelah serangan Iran di tengah perang Amerika–“Israel”.
“Turki berperan dalam menyampaikan pesan antara kedua pihak demi meredakan ketegangan,” ujarnya.
Sinyal Berbeda dari Washington dan Teheran
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyebut adanya “peluang menjanjikan” untuk mencapai kesepakatan dengan Iran, bahkan menilai Teheran kali ini menunjukkan keseriusan.
Namun, pernyataan tersebut mendapat respons berbeda dari pihak Iran. Otoritas di Teheran mengakui adanya pertukaran pesan dengan Washington melalui perantara seperti Pakistan, Mesir, dan Turki, tetapi menegaskan bahwa hal itu belum dapat disebut sebagai negosiasi resmi.
Bahkan, militer Iran secara tegas menolak klaim Trump, dengan menyatakan bahwa “Amerika sedang bernegosiasi dengan dirinya sendiri.”
Usulan Gencatan Senjata 15 Poin
Sementara itu, laporan dari Associated Press mengungkap bahwa Iran telah menerima proposal gencatan senjata dari Amerika Serikat yang terdiri dari 15 poin.
Namun, seorang pejabat Iran di Pakistan menegaskan bahwa upaya tersebut masih sebatas inisiatif persahabatan dari negara-negara sahabat, dan belum menunjukkan adanya perundingan langsung antara kedua negara.
Dalam perkembangan lain, CNN melaporkan bahwa Teheran tidak ingin melanjutkan negosiasi melalui utusan AS seperti Steve Witkoff dan Jared Kushner. Sebaliknya, Iran dikabarkan lebih memilih berkomunikasi langsung dengan Wakil Presiden AS, J.D. Vance.
Erdogan Tekankan Peran Damai
Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan menegaskan bahwa Ankara akan terus mengerahkan seluruh kemampuannya untuk mendorong perdamaian dan menghentikan konflik.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan disebut terus berkomunikasi dengan kedua belah pihak, termasuk dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, guna mencari jalan keluar dari konflik yang semakin meluas.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian bahkan memuji sikap tegas Erdoğan dalam mengecam apa yang disebutnya sebagai “agresi Zionis”, serta menyoroti peran rakyat Turki dalam menunjukkan solidaritas terhadap umat Islam selama bertahun-tahun.
Upaya Mediasi Terus Berlanjut
Sebagai anggota NATO, Turki sebelumnya telah berupaya menjadi mediator antara Washington dan Teheran sebelum konflik pecah sekitar sebulan lalu.
Ankara pun berulang kali menyerukan penghentian segera perang, di tengah kekhawatiran bahwa eskalasi yang terus berlanjut dapat menyeret kawasan ke dalam konflik yang lebih luas dan tidak terkendali.
(Samirmusa/arrahmah.id)
