Memuat...

Korban Serangan Bandara King Khalid Jadi 13, Konflik Saudi-Yaman Kian Meluas

Zarah Amala
Senin, 12 Oktober 2026 / 2 Jumadilawal 1448 10:00
Korban Serangan Bandara King Khalid Jadi 13, Konflik Saudi-Yaman Kian Meluas
Ansarallah mengumumkan serangan terhadap bandara dan fasilitas energi Saudi ketika pesawat tempur Saudi meningkatkan serangan di seluruh Yaman. (Foto: Cuplikan video)

RIYADH (Arrahmah.id) - Bandara Internasional King Khalid kembali menjadi sasaran pada Ahad (11/10/2026) ketika sebuah proyektil yang belum diketahui asalnya menghantam Terminal 4 dan memicu kebakaran.

Koalisi pimpinan Saudi menyatakan petugas darurat telah menangani insiden tersebut. Otoritas penerbangan sipil Saudi melaporkan adanya korban luka dan menyatakan sedang memeriksa kerusakan serta memastikan keamanan fasilitas bandara. Pertahanan udara Saudi juga mengklaim telah mencegat sebuah rudal jelajah di sekitar bandara.

Pada hari yang sama, jumlah korban tewas akibat serangan sebelumnya di bandara tersebut bertambah menjadi 13 orang setelah seorang warga negara India meninggal dunia akibat luka-lukanya. Kedutaan Besar India menyatakan tengah berkoordinasi dengan keluarga korban untuk membantu pemulangan jenazah.

Sebelumnya, otoritas Saudi melaporkan 12 orang tewas dan 309 lainnya terluka dalam serangan pada Sabtu (10/10). Menurut laporan Reuters dan Anadolu, serangan berikutnya pada Minggu kembali menyebabkan korban luka, meski jumlahnya belum dipastikan dalam laporan awal.

Sementara itu, serangan udara Saudi dilaporkan menyasar sejumlah wilayah Yaman. Koresponden Al Mayadeen melaporkan serangan terhadap jaringan komunikasi di Provinsi Ibb ketika pertempuran antara pasukan Ansarullah dan pasukan yang didukung Saudi berlanjut di sekitar Bandara Dhubab.

Pesawat tempur Saudi juga dilaporkan melancarkan tujuh serangan ke Distrik Harf Sufyan di Provinsi Amran, Yaman utara.

Di Provinsi Taiz, seorang anak dilaporkan tewas akibat ledakan benda yang belum meledak dari serangan sebelumnya di Distrik Jabal Habashi.

Kementerian Kesehatan yang berbasis di Sanaa menyatakan serangan Saudi menewaskan 91 orang dan melukai 168 lainnya pada periode 3 September hingga 10 Oktober. Kementerian tersebut menyebut perempuan dan anak-anak mencakup sekitar 60 persen dari total korban. Data itu berasal dari otoritas yang bersekutu dengan Ansarullah dan belum diverifikasi secara independen.

Ansarullah kembali memperingatkan maskapai penerbangan, perusahaan aviasi, penumpang, dan pekerja bandara agar tidak menggunakan bandara maupun wilayah udara Saudi. Peringatan tersebut mengecualikan wilayah udara dan bandara yang melayani Makkah dan Madinah.

Pemerintahan yang berbasis di Sanaa menyatakan terbuka terhadap kesepakatan timbal balik untuk melindungi bandara, pelabuhan, dan fasilitas lain yang digunakan untuk kepentingan kemanusiaan. Namun, hingga kini belum ada kesepakatan yang tercapai.

Ansarullah menyatakan serangan ke wilayah Saudi akan berlanjut dan meningkat hingga serangan terhadap Yaman serta blokade terhadap negara itu dihentikan.

Eskalasi terbaru ini memperluas sasaran konflik, dari posisi militer menjadi infrastruktur penerbangan dan energi. Serangan terhadap fasilitas sipil dan gangguan terhadap penerbangan juga meningkatkan risiko bagi warga sipil serta jalur transportasi regional. (zarahamala/arrahmah.id)