Memuat...

Usai Konser "Israel" Houghton Batal, Kini MUI Sasar Konser Andrea Bocelli

Ameera
Sabtu, 10 Oktober 2026 / 29 Rabiulakhir 1448 21:24
Usai Konser "Israel" Houghton Batal, Kini MUI Sasar Konser Andrea Bocelli
Usai Konser "Israel" Houghton Batal, Kini MUI Sasar Konser Andrea Bocelli

JAKARTA (Arrahmah.id) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah membatalkan rencana konser penyanyi tenor asal Italia, Andrea Bocelli, di Indonesia.

Desakan ini muncul setelah pemerintah membatalkan rencana konser musisi asal Amerika Serikat, Israel Houghton, bersama grup musik "Israel" & New Breed.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, menegaskan pemerintah harus konsisten menolak kegiatan yang melibatkan figur yang dinilai mendukung Zionisme.

Menurutnya, sikap tersebut sejalan dengan prinsip Indonesia dalam menentang penjajahan dan mendukung kemerdekaan Palestina.

Konser Andrea Bocelli sebelumnya dijadwalkan berlangsung di Candi Borobudur pada 31 Oktober 2026 dan di Jakarta pada 3 November 2026.

“Kali ini kembali saya ingin menegaskan bahwa rencana konser Andrea Bocelli harus dibatalkan demi menjaga prinsip keberpihakan kita pada kemanusiaan,” ujar Sudarnoto kepada MUI Digital, Sabtu (10/10/2026).

Soroti Rekam Jejak Andrea Bocelli

Sudarnoto menjelaskan, penolakan MUI didasarkan pada rekam jejak Andrea Bocelli yang disebut pernah terlibat dalam kegiatan penggalangan dana untuk pasukan militer "Israel" (IDF) di Los Angeles pada 2010. Selain itu, Bocelli juga tercatat pernah menggelar konser di Tel Aviv pada 2022.

Menurut Sudarnoto, dukungan pendanaan terhadap kekuatan militer yang dituding terlibat dalam tindakan genosida dan kejahatan kemanusiaan di Gaza tidak dapat ditoleransi.

Ia juga menyayangkan adanya dugaan dukungan dari kementerian terkait, termasuk Kementerian Pariwisata serta Kementerian Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif, terhadap rencana kedatangan penyanyi tersebut.

Sudarnoto menilai, kepentingan ekonomi tidak seharusnya menjadi alasan untuk memberikan ruang kepada figur yang dianggap mendukung Zionisme.

Menurutnya, langkah tersebut bertentangan dengan semangat bangsa Indonesia dalam menentang penjajahan.

“Jangan berikan panggung kepada siapa pun yang ikut mendanai pembunuh warga Gaza dan Palestina,” kata Sudarnoto.

Ingatkan Fatwa MUI tentang Dukungan terhadap "Israel"

Lebih lanjut, Sudarnoto mengingatkan kembali ketetapan fatwa MUI yang mengharamkan dukungan terhadap "Israel" maupun pihak-pihak yang mendukung tindakan penjajahan "Israel" terhadap Palestina.

Ia menegaskan, sikap pemerintah terhadap rencana konser Andrea Bocelli harus selaras dengan keputusan sebelumnya yang membatalkan acara yang dinilai berkaitan dengan dukungan terhadap Zionisme.

Sudarnoto berharap seluruh kementerian dan lembaga negara mengedepankan empati terhadap masyarakat Palestina serta mempertimbangkan kemaslahatan, ketenteraman, dan keharmonisan masyarakat Indonesia.

Menurutnya, pemerintah tidak seharusnya memberikan dukungan kepada pihak yang dianggap mendukung "Israel".

Ia meminta seluruh kementerian mengambil sikap yang sejalan dalam menyikapi persoalan tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi jika pemerintah segera mengambil sikap tegas untuk membatalkan konser ini,” ujar Sudarnoto.

MUI berharap pemerintah segera menentukan sikap terhadap rencana konser tersebut dengan mempertimbangkan prinsip kemanusiaan dan posisi Indonesia dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.

(ameera/arrahmah.id)