Memuat...

Lebih dari 1.000 Jemaah Palestina Dilarang Masuk Al-Aqsha, 53.000 Pemukim 'Israel' Masuk

Zarah Amala
Selasa, 20 Oktober 2026 / 10 Jumadilawal 1448 12:12
Lebih dari 1.000 Jemaah Palestina Dilarang Masuk Al-Aqsha, 53.000 Pemukim 'Israel' Masuk
Lebih dari 53.000 pemukim 'Israel' tercatat memasuki kompleks Masjid Al-Aqsha sejak awal 2026 hingga akhir September. (Al Jazeera)

YERUSALEM (Arrahmah.id) - Otoritas 'Israel' dilaporkan telah melarang lebih dari 1.000 jemaah Palestina memasuki Masjid Al-Aqsha. Kebijakan tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya sistematis untuk mengubah karakter masjid suci umat Islam itu, sementara jumlah pemukim 'Israel' yang memasuki kompleks Al-Aqsha terus meningkat.

Ketua Lembaga Yerusalem untuk Melawan Yudaisasi, Nasser al-Hadmi, mengatakan jumlah warga yang dikenai larangan masuk terus bertambah. Mereka berasal dari Yerusalem maupun wilayah Palestina yang diduduki 'Israel' pada 1948.

Menurutnya, pembatasan terhadap jemaah Palestina berlangsung bersamaan dengan meningkatnya aksi pemukim 'Israel' memasuki kompleks Masjid Al-Aqsha. Ia menilai pelarangan terhadap lebih dari 1.000 jemaah mencerminkan upaya 'Israel' mengubah suasana dan karakter kehidupan keagamaan di masjid tersebut.

Al-Hadmi memperingatkan bahwa meningkatnya aksi pemukim memasuki kompleks Al-Aqsha bertujuan membiasakan umat Islam di seluruh dunia melihat pemukim Yahudi menjalankan ritual keagamaan di dalam masjid. Menurutnya, hal itu berpotensi memperkuat upaya penerapan pembagian waktu dan ruang di kompleks suci tersebut.

Ia juga memperingatkan kemungkinan pengambilalihan sebagian kawasan timur Al-Aqsha, termasuk area dekat Bab ar-Rahmah, agar digunakan secara eksklusif oleh orang Yahudi selama aksi masuk pemukim berlangsung. Pada saat yang sama, banyak jemaah Muslim justru dilarang memasuki masjid.

Al-Hadmi menilai kebijakan tersebut mengabaikan kebebasan beribadah umat Islam dan hak mereka untuk mengakses seluruh area Masjid Al-Aqsa, yang luasnya sekitar 144 dunam atau 144.000 meter persegi. Ia mengatakan situasi ini tidak hanya memicu ketegangan di Yerusalem, tetapi juga berdampak pada wilayah Palestina secara keseluruhan.

Rumput Tumbuh di Halaman Masjid

Akademisi Palestina Abdullah Ma'ruf, Direktur Pusat Studi Yerusalem di Universitas 29 May di Istanbul, turut menyoroti kondisi Masjid Al-Aqsha. Ia menyebut foto-foto yang memperlihatkan rumput tumbuh lebat di halaman Kubah Shakhrah sebagai pemandangan yang mengkhawatirkan.

Dalam unggahan di platform X, Ma'ruf mengatakan kondisi seperti itu tidak pernah terlihat selama lebih dari 50 tahun. Ia mengaitkannya dengan berkurangnya kehadiran jemaah dan para penjaga yang rutin beribadah di kompleks tersebut, serta terbatasnya kemampuan untuk membersihkan area masjid.

Ma'ruf memperingatkan agar umat Islam tidak menganggap Al-Aqsha tetap ramai oleh jemaah seperti sebelumnya. Menurutnya, kondisi halaman masjid yang dipenuhi rumput menjadi salah satu tanda berkurangnya aktivitas jemaah di kompleks suci tersebut.

Data Kegubernuran Yerusalem mencatat sebanyak 53.434 pemukim 'Israel' memasuki kompleks Masjid Al-Aqsha sejak awal 2026 hingga akhir September.

Aksi tersebut dilaporkan mencakup pelaksanaan ritual keagamaan Yahudi, masuknya persembahan berupa tumbuhan dan hewan, praktik sujud ritual, serta kegiatan pembelajaran Taurat di area kompleks masjid.

Sementara itu, warga Palestina dari berbagai wilayah Tepi Barat, wilayah Palestina yang diduduki 'Israel' sejak 1948, bahkan penduduk Yerusalem sendiri, menghadapi pembatasan untuk mengakses Masjid Al-Aqsha. (zarahamala/arrahmah.id)