Memuat...

Penjara 'Israel' Serang Tahanan Perempuan Palestina dengan Gas Air Mata dan Granat Kejut

Zarah Amala
Selasa, 20 Oktober 2026 / 10 Jumadilawal 1448 11:33
Penjara 'Israel' Serang Tahanan Perempuan Palestina dengan Gas Air Mata dan Granat Kejut
Foto: Palinfo.com

HAIFA (Arrahmah.id) - Pasukan penjara 'Israel' melakukan tiga kali penggerebekan represif terhadap tahanan perempuan Palestina di Penjara Damon pada 7 Oktober. Dalam operasi tersebut, petugas menggunakan gas air mata dan granat kejut hingga menyebabkan sejumlah tahanan mengalami sesak napas, menurut Perhimpunan Tahanan Palestina (PPS).

Informasi itu didasarkan pada kesaksian awal para tahanan yang dikumpulkan PPS selama kunjungan ke penjara setelah 7 Oktober hingga akhir pekan lalu.

Para tahanan perempuan mengaku diteriaki dan dihina sebelum dibawa ke halaman penjara dalam keadaan diborgol. Mereka dipaksa tengkurap hingga operasi berakhir, sementara seluruh proses direkam. Kamar mereka juga digeledah sebanyak tiga kali pada hari itu.

Menurut kesaksian tersebut, otoritas penjara turut menghukum para tahanan karena mengepang atau menata rambut. Mereka dipaksa mengurai kepang rambutnya, sementara 15 perempuan kemudian dipindahkan ke sel isolasi.

Pada 8 Oktober, para tahanan kembali diserang menggunakan semprotan merica dalam operasi yang melibatkan unit Yamaz. Mereka mengaku mengalami kekerasan, didorong ke halaman penjara, lalu kembali dipaksa tengkurap.

PPS menyatakan puluhan operasi represif juga berlangsung di berbagai penjara Israel sejak 7 Oktober dan beberapa hari setelahnya.

Para tahanan melaporkan bahwa petugas menembakkan peluru berlapis karet ke anggota tubuh mereka, menggunakan gas air mata, serta senjata lain yang menyebabkan luka bakar.

Menurut organisasi tersebut, operasi paling luas dan keras terjadi di sejumlah penjara besar yang menampung ribuan warga Palestina, termasuk penjara Janot, Ofer, dan Negev.

Sejumlah blok penjara bahkan telah menjadi sasaran sejak 6 Oktober. Puluhan tahanan dilaporkan terkena peluru karet, sementara beberapa lainnya harus dibawa ke rumah sakit.

Dalam penggeledahan sel secara besar-besaran, petugas juga disebut sengaja menjatuhkan kasur ke lantai, kemudian mengotorinya dengan sisa makanan dan sampah.

PPS menyebut rangkaian penggerebekan tersebut sebagai bagian dari kondisi yang terus dialami tahanan Palestina selama tiga tahun sejak dimulainya perang genosida 'Israel' di Gaza. Kondisi itu mencakup tindakan represif sistematis, pembatasan makanan, dan penolakan akses terhadap layanan kesehatan.

Menurut PPS, kekerasan dan penghinaan yang disengaja itu bertujuan menundukkan para tahanan serta merusak kondisi fisik dan psikologis mereka.

Organisasi tersebut juga menyoroti bahwa otoritas penjara merilis rekaman penggerebekan pada 7 Oktober. Video itu termasuk di antara puluhan rekaman yang beredar sejak awal perang di Gaza, termasuk video yang dipublikasikan Menteri Keamanan Nasional 'Israel' dari kalangan sayap kanan ekstrem, Itamar Ben-Gvir. (zarahamala/arrahmah.id)