Memuat...

1,4 Juta Warga Gaza Hadapi Kerawanan Pangan Akut, Bantuan PBB Justru Dipangkas

Zarah Amala
Selasa, 20 Oktober 2026 / 10 Jumadilawal 1448 11:01
1,4 Juta Warga Gaza Hadapi Kerawanan Pangan Akut, Bantuan PBB Justru Dipangkas
Pemangkasan bantuan pangan ke Gaza mengancam memperparah kelaparan yang melanda warga Palestina. (Anadolu)

GAZA (Arrahmah.id) - Program Pangan Dunia (WFP) memangkas bantuan pangan untuk Jalur Gaza sekitar sepertiga akibat kekurangan dana. Kebijakan ini mengancam memperburuk kelaparan yang dialami ratusan ribu warga Palestina, meski gencatan senjata telah berlaku sejak 10 Oktober 2025.

Dalam pengumuman pada Senin (19/10/2026), WFP menyatakan membutuhkan dana mendesak sebesar 450 juta dolar AS untuk mempertahankan operasi bantuan di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki selama periode Oktober 2026 hingga Maret 2027.

Akibat pemangkasan tersebut, jumlah penerima bantuan pangan dan tunai WFP di Gaza berkurang dari 1,6 juta menjadi 1,1 juta orang sejak Oktober 2026. Jumlah makanan yang disediakan setiap hari juga turun dari 250.000 menjadi 150.000 porsi. Besaran jatah pangan dan bantuan tunai turut dikurangi.

Keputusan ini diambil ketika kondisi kemanusiaan di Gaza masih sangat rapuh, setelah hampir tiga tahun perang 'Israel' menghancurkan permukiman, melumpuhkan mata pencaharian, dan memaksa jutaan warga mengungsi.

Setahun setelah gencatan senjata mulai berlaku, kondisi kehidupan warga Gaza belum pulih. 'Israel' masih membatasi masuknya pasokan pangan, obat-obatan, perlengkapan medis, bahan penampungan, dan rumah prefabrikasi yang dibutuhkan warga.

Menurut WFP, sekitar 80 persen penduduk Gaza masih menganggur. Kondisi ini membuat banyak keluarga kesulitan membeli bahan pangan segar, sumber protein, dan kebutuhan untuk memasak.

Data WFP menunjukkan sekitar 1,4 juta warga Gaza, hampir dua pertiga populasi, masih menghadapi tingkat kerawanan pangan akut yang tinggi.

Sementara itu, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), dalam laporan pada 15 Oktober, menyebut kekurangan pendanaan, ketergantungan pada satu pintu perlintasan untuk masuknya pasokan kemanusiaan dan komersial, serta keterlambatan pemeriksaan dan pengurusan barang sebagai faktor yang menghambat kelancaran distribusi bantuan.

Dalam laporan pada 25 September, OCHA menyebut 94 persen penduduk Gaza masih sangat membutuhkan tempat tinggal dan bantuan kebutuhan rumah tangga dasar. Sekitar 65 persen keluarga tinggal di tenda atau hunian sementara yang tidak memberikan perlindungan memadai dari cuaca.

Risiko malnutrisi juga mengancam anak-anak serta ibu hamil dan menyusui. Analisis Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (IPC) yang dirilis pada 23 Juli memperkirakan sekitar 74.200 anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun akan membutuhkan perawatan akibat malnutrisi akut hingga April 2027. Dari jumlah tersebut, lebih dari 11.400 anak diperkirakan mengalami malnutrisi akut berat.

Peringatan Ancaman Kelaparan

Pemangkasan bantuan bagi sekitar 500.000 warga Palestina tidak berarti bahwa kondisi kelaparan massal atau famine secara resmi telah kembali dinyatakan di Gaza. Namun, langkah tersebut berlangsung di tengah situasi kemanusiaan yang masih sangat rentan dan berisiko memperluas kelaparan serta menghapus kemajuan terbatas yang tercapai setelah gencatan senjata.

Analisis IPC sebelumnya menunjukkan sekitar 1,6 juta warga Gaza masih menghadapi kerawanan pangan akut tingkat tinggi. Dari jumlah itu, lebih dari 500.000 orang berada dalam fase darurat dan sekitar 104.000 orang berada dalam fase bencana.

Kantor Media Pemerintah Gaza turut memperingatkan bahwa pemangkasan bantuan dapat mempercepat kelaparan dan memperdalam krisis kemanusiaan, terutama bagi anak-anak, perempuan, orang sakit, dan lansia.

Kantor Media Pemerintah Gaza juga mendesak masyarakat internasional dan PBB menekan 'Israel' agar membuka perlintasan dan memastikan bantuan kemanusiaan masuk tanpa pembatasan. Mereka juga meminta negara-negara Arab dan Islam segera memberikan dukungan finansial untuk program bantuan demi mencegah bencana kemanusiaan yang lebih parah. (zarahamala/arrahmah.id)