Memuat...

Serangan Pemukim 'Israel' Meluas saat Musim Panen Zaitun di Tepi Barat

Zarah Amala
Selasa, 20 Oktober 2026 / 10 Jumadilawal 1448 11:52
Serangan Pemukim 'Israel' Meluas saat Musim Panen Zaitun di Tepi Barat
Pasukan pendudukan 'Israel' menutup seluruh akses menuju desa Madama di Tepi Barat yang diduduki selama sembilan hari berturut-turut. (QNN)

RAMALLAH (Arrahmah.id) - Dua warga Palestina terluka setelah diserang pemukim ilegal 'Israel' yang didampingi pasukan pendudukan 'Israel' di desa Badui Arab al-Kaabneh, dekat Taybeh, sebelah timur Ramallah, pada Ahad (18/10/2026) malam.

Menurut kantor berita WAFA yang dikutip Anadolu, para penyerang memukuli kedua warga tersebut hingga mengalami luka dan memar. Mereka juga menyerang ambulans milik pemerintah kota Silwad yang sedang menuju lokasi untuk menolong korban.

Secara terpisah, pasukan 'Israel' bersama seorang pemukim menyerbu sejumlah rumah di Deir Jarir, sebelah timur Ramallah, menurut Palestine TV. Di wilayah selatan Tepi Barat, pemukim 'Israel' juga menyerang rumah-rumah warga Palestina di kawasan Safa, Beit Ummar, sebelah utara Hebron. Tidak ada laporan korban luka maupun kerusakan dalam insiden tersebut.

Serangan pemukim 'Israel' juga menyasar warga Palestina yang tengah memanen zaitun di Bazariya, Beita, Qusra, Qabalan, Burqa, dan Madama, wilayah Nablus, menurut Quds News Network pada Senin (19/10). Serangan tersebut mencakup pemukulan terhadap petani serta pencurian hasil panen dan peralatan pertanian.

Di kawasan Al-Harayeq, Beita, pemukim menyerang sebuah rumah pada Minggu malam, menebang pohon zaitun di sekitarnya, merusak kendaraan, dan membuang sampah di dekat rumah tersebut. Pasukan Israel kemudian menahan pemilik rumah.

WAFA juga melaporkan serangan terhadap rumah Muti Salim al-Aqtash di Beita. Dalam insiden itu, pemukim memutus aliran listrik rumah tersebut, sementara pasukan 'Israel' menahan pemiliknya.

Di kawasan Al-Arma, Beita, pemukim juga memotong tiang listrik yang memasok daya ke rumah Montaser Hamayel sehingga rumah itu kehilangan aliran listrik, menurut Quds News Network.

Serangkaian serangan tersebut terjadi di tengah musim panen zaitun, saat petani Palestina berupaya mengakses lahan, menyelamatkan hasil panen, dan menggunakan peralatan pertanian mereka.

Penangkapan dan Penutupan Akses di Tepi Barat

Pasukan 'Israel' melancarkan serangkaian penggerebekan di berbagai wilayah Tepi Barat yang diduduki sejak Senin (19/10) dini hari. Operasi tersebut mencakup penangkapan warga Palestina dan penggeledahan rumah.

Di wilayah Tulkarm, pasukan 'Israel' menahan 12 warga Palestina dari Kota Tulkarm, Anabta, dan Far’un. Menurut Quds News Network, sebagian besar merupakan mantan tahanan, termasuk tujuh orang yang ditangkap di Anabta.

Di Kota Tulkarm, mereka yang ditahan termasuk Ammar Younis dan putranya, Jasser. Sementara itu, di Qalqilya, pasukan 'Israel' masuk melalui pos pemeriksaan di bagian utara dan menahan tiga warga Palestina.

Penggerebekan juga berlangsung di sejumlah lingkungan di Jenin. Di Jaba’, pasukan 'Israel' memaksa para petani meninggalkan lahan mereka dan menahan seorang pemuda. Pasukan 'Israel' juga menutup pintu masuk Ya’bad. Seorang warga Palestina lainnya ditahan di pos pemeriksaan Yabroud, sebelah timur Ramallah.

Di wilayah Nablus, pasukan 'Israel' menyerbu Talfit dan melanjutkan operasi di Kafr Qallil dengan menggeledah rumah-rumah warga. Seluruh pintu masuk ke Madama masih ditutup untuk hari kesembilan berturut-turut.

Penggerebekan lainnya menyasar Kamp Pengungsi Al-Fawwar, sebelah selatan Hebron, serta Deir Ballut, sebelah barat Salfit. Di Deir Ballut, Quds News Network melaporkan adanya penangkapan dan pencurian uang saat pasukan Israel menggeledah sebuah rumah. (zarahamala/arrahmah.id)