BEIRUT (Arrahmah.id) - Dua tentara 'Israel' dilaporkan tewas dan tujuh lainnya mengalami luka-luka pada Rabu (5/8/2026) setelah sebuah alat peledak meledak di dalam sebuah bangunan di kota perbatasan Majdal Zoun, Lebanon selatan, menurut laporan media 'Israel'.
Berdasarkan laporan tersebut, para prajurit yang berasal dari Brigade ke-55 Pasukan Pertahanan 'Israel' (IDF) itu berada di dalam gedung yang telah dipasangi bahan peledak ketika insiden itu terjadi di tengah operasi militer di wilayah tersebut. Media 'Israel' juga melaporkan peningkatan kekhawatiran atas kondisi seorang prajurit ketiga yang harus menjalani operasi darurat akibat luka kritis.
Sebuah helikopter militer yang membawa para korban dilaporkan mendarat di Rumah Sakit Rambam di Haifa yang didudukan, disambut oleh tiga unit ambulans yang bersiaga.
Ledakan maut ini terjadi di tengah berlanjutnya operasi militer 'Israel' di berbagai wilayah Lebanon selatan. Koresponden Al Mayadeen melaporkan bahwa serangan udara 'Israel' menyasar kawasan antara Al-Mansouri dan Majdal Zoun, sementara pasukan pendudukan melancarkan operasi penghancuran bangunan di Kfartebnit, Al-Mansouri, Haddatha, dan Zawtar Al-Sharqiyah.
Pasukan 'Israel' juga dilaporkan melakukan penggusuran dengan buldoser di pinggiran Kfar Shouba sambil melepaskan tembakan senapan mesin ke area sekitar. Sementara itu, di distrik Nabatieh, pasukan 'Israel' menjatuhkan suar iluminasi di atas dataran tinggi Kfar Roumman.
Insiden berdarah ini bertepatan dengan babak baru perundingan yang dimediasi oleh Amerika Serikat antara Lebanon dan 'Israel' di Roma, Italia, yang bertujuan membahas implementasi kesepakatan gencatan senjata.
Menurut koresponden Al Mayadeen, putaran perundingan terbaru ini menjadi yang paling sulit sejak dialog tersebut dimulai. Sumber-sumber kepresidenan Lebanon dikabarkan meragukan kesediaan 'Israel' untuk menyetujui proposal terkait area penarikan terbatas di Lebanon selatan. Di sisi lain, Angkatan Darat Lebanon dengan tegas menolak peran apa pun bagi Israel dalam memverifikasi penempatan pasukan mereka di wilayah selatan. (zarahamala/arrahmah.id)
