KUALA LUMPUR (Arrahmah.id) - Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengatakan negaranya sedang mengevaluasi pengakuan Imarah Islam Afghanistan dalam kerangka Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Dalam sebuah unggahan di X, ia mengatakan bahwa keputusan apa pun akan bergantung pada kondisi di Afghanistan, termasuk keadilan, pemerintahan inklusif, perlindungan hak-hak perempuan dan minoritas, serta akses ke pendidikan.
Anwar Ibrahim juga mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Imarah Islam, Mullah Mohammad Hasan Akhund, mengenai ketegangan baru-baru ini antara Afghanistan dan Pakistan, serta gencatan senjata antara kedua pihak, lansir Tolo News (27/3/2026).
Ia mengatakan Malaysia mendukung upaya mediasi antara Kabul dan Islamabad yang dipimpin oleh negara-negara seperti Turki, Qatar, dan Arab Saudi.
Anwar Ibrahim juga menyatakan keprihatinan atas situasi di kawasan tersebut menyusul serangan baru-baru ini terhadap Iran oleh Amerika Serikat dan "Israel".
Perdana Menteri Imarah Islam juga menekankan kelanjutan hubungan antara Afghanistan dan Malaysia.
Sejak kembali berkuasa pada 2021, Imarah Islam sejauh ini hanya diakui secara resmi oleh Rusia.
Selain Malaysia, duta besar Iran di Kabul, Alireza Bikdeli, sebelumnya mengatakan kepada Tolo News bahwa Teheran tidak melihat hambatan untuk mengakui Imarah Islam dan mungkin akan segera mengambil keputusan. (haninmazaya/arrahmah.id)
