Memuat...

Tiga Kali Ledakan, KRL Duri–Tangerang Mendadak Berhenti di Perlintasan Rawa Buaya

Ameera
Selasa, 26 Mei 2026 / 10 Zulhijah 1447 20:33
Tiga Kali Ledakan, KRL Duri–Tangerang Mendadak Berhenti di Perlintasan Rawa Buaya
Tiga Kali Ledakan, KRL Duri–Tangerang Mendadak Berhenti di Perlintasan Rawa Buaya

JAKARTA (Arrahmah.id) – Penumpang KRL Commuter Line lintas Duri–Tangerang dibuat panik setelah terdengar tiga kali bunyi ledakan dari dalam rangkaian kereta sebelum akhirnya kereta mendadak berhenti di perlintasan sebidang RT 01/RW 11 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (26/5/2026) sore.

Salah seorang penumpang, Tasya (25), mengatakan ledakan terdengar berulang kali sebelum aliran listrik di dalam gerbong padam dan kereta berhenti total di tengah perlintasan.

“Tadi dengar ada ledakan. Jadi ledak gitu, kereta mati, hidup lagi, ledak lagi, terus mati, hidup, ledak lagi, terus mati lagi. Enggak lama kereta berhenti sampai sekarang. Ledakannya dari dalam KRL, kayak ‘dug’ gitu bunyinya,” ujar Tasya kepada wartawan di lokasi.

Menurutnya, insiden tersebut membuat para penumpang histeris karena lampu di dalam gerbong mendadak mati. Sebagian penumpang kemudian memilih turun dari kereta karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Saya berangkat dari Kampung Bandan mau ke Tangerang. Tadi turun di sini. Pintunya terbuka akhirnya tadi,” katanya.

Kesaksian serupa disampaikan penumpang lain bernama Butar (45). Ia mengaku berada di gerbong tiga saat suara ledakan terdengar.

“Saya tadi di gerbong tiga, terus dengar ada ledakan dari gerbong tiga. Tiga kali bunyi ledakan, sekitar jam 17.00 tadi,” ujarnya.

Usai mendengar ledakan, Butar segera berpindah ke gerbong paling depan. Namun ia memilih tetap bertahan di dalam kereta bersama sejumlah penumpang lain sambil menunggu kondisi kembali normal.

Hingga pukul 18.40 WIB, kereta masih belum bergerak. Sebagian penumpang tampak turun dan berjalan di sekitar rel, sementara sebagian lainnya tetap berada di dalam gerbong.

Lampu di dalam kereta terlihat beberapa kali hidup dan mati. Sementara itu, bunyi sirene di perlintasan terus berbunyi menandakan adanya gangguan di jalur kereta.

Insiden tersebut juga menarik perhatian warga sekitar. Anak-anak hingga orang dewasa tampak memadati area sekitar gerbong belakang yang berhenti tepat di perpotongan jalan dan rel kereta.

Akibat kejadian itu, palang perlintasan menuju Jalan Daan Mogot maupun arah sebaliknya masih tertutup cukup lama. Banyak pengendara akhirnya memilih putar balik dan mencari jalur alternatif karena arus lalu lintas lumpuh di sekitar lokasi.

Situasi sempat mencekam ketika beberapa kereta lain melintas dari arah Tangerang menuju Duri. Kereta-kereta yang melintas terlihat memperlambat laju karena banyaknya warga yang berada di sekitar perlintasan.

(ameera/arrahmah.id)