Memuat...

Militer AS Lancarkan Serangan Balasan ke Iran, Ledakan Hantam Sejumlah Wilayah Selatan

Zarah Amala
Kamis, 30 Juli 2026 / 16 Safar 1448 10:45
Militer AS Lancarkan Serangan Balasan ke Iran, Ledakan Hantam Sejumlah Wilayah Selatan
Sebuah pesawat AS lepas landas sebagai bagian dari kampanye sebelumnya untuk melancarkan serangan terhadap Iran (AFP)

WASHINGTON (Arrahmah.id) - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan peluncuran gelombang serangan militer baru yang menargetkan wilayah Iran, hanya berselang beberapa jam setelah ancaman keras dari Presiden AS Donald Trump untuk memberikan balasan telak.

Melalui pernyataan resmi di X, CENTCOM menyatakan, "Kami telah memulai peluncuran serangan terhadap Iran sebagai respons atas upaya serangan Iran kemarin yang menargetkan pasukan AS di Timur Tengah." Seorang pejabat pertahanan AS kepada Fox News mengungkapkan bahwa gempuran udara tersebut menyasar spektrum target yang sangat luas.

Media pemerintah Iran melaporkan terjadinya serangkaian ledakan di berbagai titik di bagian selatan negara itu menyusul pengumuman serangan dari militer AS. Televisi pemerintah Iran melaporkan suara ledakan terdengar di Bandar Abbas, serta Pulau Abu Musa dan Kish di Provinsi Hormozgan. Ledakan susulan juga dilaporkan terjadi di sekitar Selat Hormuz, Pulau Qeshm, dan Kota Bushehr.

Wakil Gubernur Provinsi Hormozgan mengonfirmasi bahwa serangan AS mengenai sebuah rumah tinggal di Pulau Qeshm, di mana tim penyelamat tengah mencari dua orang yang dilaporkan terjebak di bawah reruntuhan. Sementara itu, kantor berita Tasnim melaporkan hantaman proyektil di kawasan pemukiman Qeshm serta serangan terpisah di sekitar Kota Kazerun, Provinsi Fars. Di Provinsi Khuzestan, Wakil Gubernur setempat menyatakan bahwa gempuran rudal AS turut menyasar wilayah Abadan dan Shadegan.

Eskalasi militer ini meletus pascaperingatan keras yang dilontarkan Presiden Donald Trump menyusul klaim Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Selasa bahwa mereka telah meluncurkan sejumlah rudal balistik ke arah pangkalan udara dan fasilitas militer AS di Yordania, meskipun militer AS sebelumnya menyatakan berhasil mencegat proyektil-proyektil tersebut.

Berbicara kepada para wartawan di Gedung Putih, Trump menegaskan, "Sekarang giliran kami." Meski demikian, ia menambahkan bahwa Washington tetap membuka peluang untuk menilai kemungkinan tercapainya kesepakatan di masa mendatang, namun untuk saat ini, AS akan memberikan pukulan yang sangat telak. (zarahamala/arrahmah.id)