Memuat...

Misil Iran Hantam Pabrik Kimia di 'Israel' Selatan, Picu Kebakaran Besar

Hanoum
Senin, 30 Maret 2026 / 11 Syawal 1447 03:56
Misil Iran Hantam Pabrik Kimia di 'Israel' Selatan, Picu Kebakaran Besar
Pabrik kimia ADAMA di Israel selatan. [Foto: The Times of Israel]

TEL AVIV (Arrahmah.id) -- Sebuah fasilitas kimia besar di 'Israel' selatan dilaporkan terkena dampak serangan misil Iran, memicu kebakaran di kawasan industri dan menambah eskalasi konflik yang terus meluas di kawasan Timur Tengah.

Perusahaan kimia ADAMA mengonfirmasi, seperti dilansir Reuters (29/3/2026), bahwa pabriknya di wilayah selatan Israel terkena hantaman yang diduga berasal dari misil Iran atau serpihan dari misil yang berhasil dicegat sistem pertahanan udara. Insiden tersebut terjadi di kawasan industri Neot Hovav, yang dikenal sebagai pusat berbagai fasilitas kimia dan manufaktur.

Otoritas pemadam kebakaran Israel melaporkan bahwa serangan tersebut memicu kebakaran di area industri, dengan kepulan asap tebal terlihat dari lokasi kejadian. Puluhan tim pemadam dikerahkan untuk mengendalikan api, sementara area sekitar sempat ditutup karena kekhawatiran adanya bahan berbahaya.

Meski demikian, pihak berwenang kemudian memastikan tidak terjadi kebocoran bahan kimia berbahaya, dan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Hingga kini, tingkat kerusakan pada fasilitas masih dalam proses penilaian.

Serangan ini merupakan bagian dari rangkaian serangan balasan Iran terhadap 'Israel' dalam konflik yang berlangsung sejak akhir Februari 2026. Dalam beberapa pekan terakhir, Iran dilaporkan telah meluncurkan ratusan misil ke berbagai wilayah 'Israel', meskipun sebagian besar berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara berlapis milik 'Israel'.

Media internasional juga melaporkan bahwa target serangan Iran semakin meluas, termasuk infrastruktur energi dan industri strategis, yang berpotensi meningkatkan dampak ekonomi dan keamanan di kawasan. Eskalasi ini menambah kekhawatiran global terhadap kemungkinan meluasnya perang ke berbagai front di Timur Tengah. (hanoum/arrahmah.id)