Memuat...

Mujahid: Afghanistan Tidak Akan Membiarkan Wilayahnya Digunakan untuk Melawan Pihak Lain

Hanin Mazaya
Kamis, 1 Oktober 2026 / 20 Rabiulakhir 1448 18:50
Mujahid: Afghanistan Tidak Akan Membiarkan Wilayahnya Digunakan untuk Melawan Pihak Lain
Zabiullah Mujahid. (Foto: amu.tv)

KABUL (Arrahmah.id) - Zabihullah Mujahid, juru bicara Imarah Islam, menyatakan bahwa Afghanistan—sebagai negara yang pernah menjadi korban perang—tidak menginginkan ketidakstabilan di negara mana pun.

Dalam sebuah wawancara dengan televisi nasional, Mujahid mengatakan bahwa kebijakan, strategi, dan kepentingan nasional Afghanistan tidak mencakup upaya menyebarkan ketidakamanan ke negara lain. Ia menegaskan bahwa wilayah Afghanistan tidak akan digunakan untuk melawan negara mana pun, lansir Tolo News (1/10/2026).

Zabihullah Mujahid mengatakan: "Afghanistan tidak ingin negara mana pun menghadapi ketidakamanan atau kerugian yang bersumber dari Afghanistan, dan kami dapat menyatakan dengan penuh keyakinan bahwa hal tersebut bukanlah kebijakan Afghanistan."

Mujahid menambahkan bahwa Imarah Islam menjalin hubungan diplomatik yang baik dengan negara-negara tetangga, kecuali Pakistan.

Ia mengatakan bahwa meskipun beberapa negara belum siap untuk menjalin interaksi, Afghanistan terus berupaya menyelesaikan masalah yang ada dan membangun kepercayaan.

Sayed Qaribullah Sadat, seorang analis politik, mengatakan: "Hubungan harus bersifat bilateral dan timbal balik. Segala persoalan yang umum terjadi di dunia saat ini harus diselesaikan melalui interaksi. Seperti yang kita lihat di Perserikatan Bangsa-Bangsa, baik kawan maupun lawan mendiskusikan hubungan mereka satu sama lain dan berpartisipasi dalam pertemuan yang sama."

Mujahid menggambarkan konektivitas kawasan yang melintasi Afghanistan sebagai hal yang bermanfaat bagi seluruh wilayah tersebut, seraya menambahkan bahwa kebijakan Imarah Islam berpusat pada konektivitas dan kerja sama ekonomi.

Mohammad Tawus Farzad, seorang analis ekonomi, mengatakan: "Afghanistan berada pada posisi yang menghubungkan Asia Selatan dengan Asia Tengah. Oleh karena itu, negara-negara di kawasan ini perlu bekerja sama dengan Afghanistan agar pembangunan dapat terlaksana di wilayah ini."

Sebelumnya, kepala Kantor Kepresidenan Uzbekistan menyatakan dalam sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa bahwa memandang Afghanistan semata-mata sebagai sumber ancaman tidak akan menyelesaikan masalah yang dihadapi negara tersebut. (haninmazaya/arrahmah.id)