GAZA (Arrahmah.id) - Nenek Hind Rajab, bocah Palestina berusia lima tahun yang tewas di Gaza, menolak investigasi militer 'Israel' atas kematian cucunya. Keluarga Hind menyatakan tidak percaya pada kemampuan 'Israel' menyelidiki pasukannya sendiri dan menuntut penyelidikan internasional yang independen.
Pernyataan itu disampaikan setelah militer 'Israel' pada Rabu (19/8/2026) mengakui bahwa pasukannya menembaki kendaraan yang membawa Hind dan sejumlah anggota keluarganya di Gaza City pada 29 Januari 2024. Militer 'Israel' kemudian mengumumkan pembukaan penyelidikan kriminal oleh Polisi Militer.
Kepada Anadolu, nenek Hind mengatakan keluarga tidak mempercayai penyelidikan militer maupun sistem peradilan 'Israel'. Keluarga meyakini kendaraan sipil yang membawa Hind, pamannya, istri sang paman, serta anak-anak mereka sengaja menjadi sasaran.
Keluarga menuntut penyelidikan internasional independen atas kematian Hind, enam anggota keluarganya, serta dua paramedis Bulan Sabit Merah Palestina yang dikirim untuk menyelamatkannya.
Hind sedang bersama keluarganya ketika kendaraan mereka ditembaki pasukan 'Israel' saat berusaha melarikan diri dari operasi militer di Gaza City.
Setelah sebagian anggota keluarganya tewas, Hind masih hidup dan terjebak di dalam kendaraan. Ia kemudian menghubungi Bulan Sabit Merah Palestina untuk meminta pertolongan.
Sebuah ambulans dikirim untuk menyelamatkannya, tetapi komunikasi dengan Hind terputus ketika ambulans mendekati lokasi.
Beberapa hari kemudian, setelah pasukan 'Israel' meninggalkan kawasan tersebut, Hind ditemukan tewas di dalam kendaraan yang penuh lubang peluru bersama enam anggota keluarganya. Dua paramedis yang dikirim untuk menyelamatkannya juga ditemukan tewas.
Rekaman suara permintaan pertolongan Hind kemudian tersebar luas dan menjadi salah satu kasus kematian anak Palestina yang mendapat perhatian internasional.
Sebelumnya, militer 'Israel' membantah keberadaan pasukannya di sekitar lokasi kendaraan Hind ketika insiden terjadi. Namun, sejumlah penyelidikan independen menggunakan citra satelit, bukti visual, dan analisis audio mempertanyakan klaim tersebut.
Pada Rabu (19/8), militer 'Israel' mengakui bahwa pasukannya menembaki kendaraan tersebut. 'Israel' berdalih kendaraan itu mendekati pasukannya dan bergerak bertentangan dengan instruksi yang diberikan kepada warga.
Militer 'Israel' juga mengakui adanya dugaan tembakan ke ambulans Bulan Sabit Merah yang dikirim untuk menyelamatkan Hind dan menewaskan dua paramedis di dalamnya.
Namun, bagi keluarga Hind, keputusan 'Israel' menyelidiki pasukannya sendiri tidak cukup. Mereka tetap mendesak penyelidikan internasional independen untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab atas kematian Hind, keluarganya, dan dua paramedis yang berusaha menyelamatkannya. (zarahamala/arrahmah.id)
