Memuat...

New York Times Tegur Trump: Mengapa Anda Nyalakan Perang Ini, Tuan Presiden?

Samir Musa
Sabtu, 28 Februari 2026 / 11 Ramadan 1447 21:39
New York Times Tegur Trump: Mengapa Anda Nyalakan Perang Ini, Tuan Presiden?
New York Times Tegur Trump: Mengapa Anda Nyalakan Perang Ini, Tuan Presiden?

WASHINGTON (Arrahmah.id) – Dewan redaksi New York Times menerbitkan tajuk rencana yang mengkritik keras keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap Iran bersama “Israel”.

Dalam editorial tersebut, dewan redaksi menyoroti kontradiksi tajam antara janji kampanye Trump pada 2024 untuk mengakhiri perang, dengan langkahnya di lapangan yang justru memperluas intervensi militer Amerika di tujuh negara dalam setahun terakhir.

Menurut New York Times, Trump tidak memberikan justifikasi yang meyakinkan atas serangan terhadap Iran. Ia juga tidak melibatkan Kongres, yang secara konstitusional memiliki kewenangan untuk menyatakan perang, serta tidak menjelaskan secara spesifik tujuan militernya.

Editorial tersebut juga menuduh Trump tidak jujur mengenai hasil serangan sebelumnya terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni lalu. Hal ini, menurut surat kabar tersebut, merusak kredibilitasnya di hadapan rakyat Amerika dan menimbulkan pertanyaan serius tentang tujuan jangka panjangnya.

Kritik atas Langkah “Ceroboh”

Meski mengecam pemerintah Iran atas tindakan represif di dalam negeri dan pembunuhan demonstran, dewan redaksi menilai pendekatan Trump terhadap Iran bersifat gegabah dan tidak bertanggung jawab.

Serangan tersebut dinilai membawa risiko besar, bukan hanya bagi tentara Amerika, tetapi juga bagi warga sipil di kawasan. Selain itu, terdapat kemungkinan respons keras dari Iran, termasuk peluncuran rudal jarak pendek dan menengah ke Arab Saudi, Qatar, serta negara-negara tetangga lainnya.

Menurut editorial itu, pendekatan yang lebih bertanggung jawab seharusnya mencakup penetapan tujuan yang jelas — apakah terbatas pada penghentian program nuklir Iran atau mencakup target yang lebih luas seperti mengakhiri dukungan terhadap kelompok-kelompok bersenjata — serta mendapatkan persetujuan Kongres dan bekerja sama dengan sekutu internasional.

Langkah tersebut juga seharusnya disertai evaluasi risiko secara matang serta rencana pengelolaan terhadap kemungkinan respons balasan dari Iran.

Abaikan Hukum Internasional

New York Times menilai Trump justru mengandalkan janji-janji yang samar dan klaim dukungan rakyat Iran untuk membenarkan serangan tersebut, sembari mengabaikan hukum internasional dan undang-undang Amerika Serikat.

Surat kabar itu juga menyoroti kebijakan luar negeri Trump yang dinilai inkonsisten terhadap sekutu, serta kecenderungannya melindungi pejabat yang melakukan kesalahan besar.

Editorial tersebut turut menyinggung upaya sejumlah anggota Kongres dari kedua partai, seperti anggota DPR Ro Khanna dan Thomas Massie, serta Senator Tim Kaine dan Rand Paul, yang berusaha membatasi kewenangan presiden untuk melancarkan perang terhadap Iran tanpa persetujuan Kongres.

Menurut dewan redaksi, penegasan kembali kewenangan Kongres adalah cara paling tepat untuk mengendalikan presiden dan mencegah eskalasi yang tidak terhitung akibatnya.

Ancaman Perang Terbuka

Di bagian akhir, editorial tersebut menekankan pentingnya melindungi pasukan Amerika dan warga sipil Iran yang tidak bersalah. Dewan redaksi menyatakan penyesalan karena Trump dinilai tidak memperlakukan perang dengan keseriusan dan tanggung jawab yang semestinya.

Mereka memperingatkan bahwa ketidakjelasan tujuan Trump berpotensi membuka jalan menuju konflik terbuka berkepanjangan seperti perang di Irak dan Afghanistan, yang telah berlangsung lama dan membebani militer serta rakyat Amerika.

Perlu diketahui, dewan redaksi merupakan kelompok jurnalis opini yang independen dari ruang redaksi berita New York Times. Pandangan mereka didasarkan pada riset, pengalaman, dan perdebatan internal yang mendalam.

Sebelumnya, pasukan Amerika Serikat dan “Israel” melancarkan serangan terhadap Iran pada Sabtu pagi, yang kemudian direspons oleh Iran dengan serangan balasan yang menjangkau sejumlah negara Teluk dan Arab.

(Samirmusa/arrahmah.id)