RIYADH (Arrahmah.id) -- Pesawat Flydubai yang membawa penumpang dari Dubai menuju Tel Aviv melakukan pendaratan darurat di Tabuk, Arab Saudi, Rabu (30/9/2026), setelah terjadi insiden di kokpit yang menyebabkan kedua pilot terluka. Pesawat Boeing 737 tersebut mengirimkan sinyal darurat ketika berada di udara sebelum dialihkan ke Bandara Internasional Prince Sultan bin Abdulaziz di Tabuk. Seluruh penumpang kemudian dinyatakan selamat dan dievakuasi menggunakan pesawat pengganti menuju 'Israel'.
Penerbangan Flydubai FZ1073 berangkat dari Bandara Internasional Dubai menuju Bandara Ben Gurion, Tel Aviv. Menurut pengelola Bandara Tabuk, pusat pengendalian lalu lintas udara menerima panggilan darurat dari pesawat pada sekitar pukul 08.44 waktu setempat dan pesawat mendarat dengan selamat sekitar pukul 09.45. Kapten dan kopilot ditemukan mengalami luka dan kemudian dibawa ke rumah sakit, sementara penumpang mendapat penanganan di terminal bandara.
Flydubai mengonfirmasi, seperti dilansir AP (30/9), bahwa terjadi sebuah “insiden” di dalam kokpit, tetapi pada tahap awal belum memberikan rincian mengenai penyebab maupun motifnya. Maskapai menyatakan pesawat berhasil diamankan oleh awak Flydubai yang berada dalam penerbangan tersebut, kemudian dialihkan dan mendarat dengan selamat di Tabuk. Maskapai juga meminta agar tidak ada spekulasi dini karena penyelidikan formal masih berlangsung.
Keterangan dari pejabat 'Israel' kemudian memberikan gambaran lebih rinci mengenai insiden tersebut. Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu mengatakan salah satu pilot menikam pilot lainnya dan kemudian diduga berusaha membuat pesawat jatuh. Penumpang dan awak disebut berhasil menguasai pelaku dan membantu mengembalikan kendali pesawat.
Situasi sempat memicu kekhawatiran mengenai kemungkinan pembajakan sehingga 'Israel' mengerahkan pesawat tempur untuk merespons keadaan darurat tersebut. Reuters melaporkan bahwa pesawat mengalami penurunan ketinggian yang sangat cepat sebelum berhasil distabilkan, sementara penumpang dan awak kemudian membantu mengendalikan situasi di dalam kabin. Setelah mendarat di Tabuk, pihak berwenang Saudi menahan orang yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.
Jumlah penumpang yang dilaporkan berada di dalam pesawat mencapai 174 orang, termasuk 27 anak-anak, menurut laporan Saudi Gazette yang mengutip informasi maskapai. Seluruh penumpang dinyatakan aman. Bandara Tabuk kemudian menyiapkan pesawat pengganti dan seluruh penumpang diberangkatkan kembali menuju tujuan akhir mereka pada Rabu sore.
Pendaratan di Tabuk juga menjadi perkembangan yang tidak biasa karena Arab Saudi dan 'Israel' tidak memiliki hubungan diplomatik resmi. Pesawat tersebut semula terbang dari Uni Emirat Arab menuju 'Israel' dan dialihkan ke wilayah Saudi setelah mengeluarkan sinyal darurat. Al Jazeera dan Reuters melaporkan pesawat akhirnya mendarat dengan selamat di Tabuk, sementara penerbangan pengganti kemudian membawa para penumpang menuju Bandara Ben Gurion.
Setelah kejadian, perhatian juga tertuju pada kondisi kapten dan co-pilot. Otoritas Bandara Tabuk menyatakan keduanya mengalami luka dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Identitas kapten kemudian dilaporkan sebagai Smit Machchhar, warga negara India, sementara laporan mengenai kewarganegaraan do-pilot belum memperoleh konfirmasi resmi yang konsisten dari seluruh pihak.
Penyelidikan terhadap insiden tersebut masih berlangsung untuk menentukan secara pasti apa yang terjadi di kokpit, bagaimana pesawat mengalami penurunan ketinggian, serta apa motif di balik pertikaian antara kedua pilot. Flydubai menegaskan bahwa penyebab dan motif insiden masih belum diketahui, sedangkan otoritas Saudi menyatakan investigasi dilakukan oleh pihak yang berwenang. (hanoum/arrahmah.id)
