Memuat...

Ribuan Warga Iran Terima Pesan Misterius, “Psy-War” di Tengah Ketegangan dengan AS

Hanoum
Kamis, 26 Februari 2026 / 9 Ramadan 1447 03:22
Ribuan Warga Iran Terima Pesan Misterius, “Psy-War” di Tengah Ketegangan dengan AS
pesan misterius diterima ribuan warga Iran. [Foto: Roya News]

TEHERAN (Arrahmah.id) -- Ribuan warga Iran dilaporkan menerima pesan teks misterius yang disebut berasal dari pihak yang tidak diketahui, berisi kalimat “The American President is a man of action. Wait and see”. Pesan ini diduga bagian dari psy-wardi tengah ketegangan militer dan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Tak kurang 50.000 nomor telepon menerima pesan tersebut melalui sistem pesan massal yang diduga diretas, lapor Khaberni (24/2/2026).

Menurut Khaberni (24/2), pesan teks anonim itu tiba di ponsel warga Iran di saat meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran, menyusul ultimatum dari Presiden AS Donald Trump mengenai negosiasi nuklir dan ancaman konsekuensi jika kesepakatan tidak tercapai. Pesan itu langsung memicu spekulasi dan kekhawatiran di kalangan masyarakat, sementara pemerintah Iran belum mengonfirmasi sumbernya.

Negara itu tengah berada dalam suasana politis tegang dengan protes domestik dan tekanan internasional seputar program nuklirnya. Ketidakpastian terhadap pesan yang diterima ribuan warga ini meningkatkan firasat tentang kemungkinan pemasangan operasi psikologis internasional — tak hanya oleh AS tetapi juga oleh aktor lain yang berkepentingan dalam konflik regional yang lebih luas. Pengamat mengatakan operasi semacam ini bukan hal baru di arena geopolitik yang berfokus pada pengaruh opini publik serta pembentukan narasi strategis di tengah konflik.

Kondisi ketegangan AS-Iran sendiri makin tajam setelah laporan pengerahan aset militer AS yang besar di kawasan Timur Tengah dan pernyataan pejabat AS yang menyebut opsi militer tetap dipertimbangkan jika negosiasi nuklir menemui jalan buntu. Pemerintah Iran pun dalam beberapa kesempatan sudah memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap negaranya akan dianggap sebagai agresi dan akan dibalas setimpal.

Beberapa sumber internasional menilai bahwa pesan anonim tersebut bisa merupakan bagian dari taktik information operation yang dibuat untuk meningkatkan ketidakpastian dan ketakutan di publik Iran, sebuah bentuk modern dari psikologis perang (psychological warfare) yang sering digunakan di era konflik informasi global. (hanoum/arrahmah.id)