Memuat...

Sambut Idul Fitri, Pakistan - IIA Sepakat Gencatan Senjata

Hanoum
Kamis, 19 Maret 2026 / 30 Ramadan 1447 06:18
Sambut Idul Fitri, Pakistan - IIA Sepakat Gencatan Senjata
Foto ilustrasi. [Foto: X]

ISLAMABAD (Arrahmah.id) -- Pakistan dan Imarah Islam Afghanistan (IIA) sepakat melakukan gencatan senjata sementara menyambut Idul Fitri setelah beberapa pekan konflik bersenjata yang menewaskan ratusan orang dan memicu kekhawatiran stabilitas kawasan. Kesepakatan ini diumumkan sebagai langkah de-eskalasi di tengah tekanan internasional.

Dilansir DW (19/3/2026), gencatan senjata tersebut berlaku mulai 18 Maret hingga sekitar 23 Maret 2026, bertepatan dengan perayaan Idul Fitri. Kesepakatan ini disebut sebagai hasil dorongan diplomatik dari negara-negara seperti Arab Saudi, Qatar, dan Turki yang meminta kedua pihak menahan diri selama momen keagamaan.

Langkah ini diambil setelah eskalasi konflik yang meningkat sejak akhir Februari, ditandai dengan serangan udara, artileri, dan bentrokan lintas perbatasan antara militer Pakistan dan pasukan IIA. Kedua pihak saling menuduh melakukan pelanggaran kedaulatan dan mendukung kelompok militan.

Salah satu pemicu utama kesepakatan ini adalah serangan udara mematikan di Kabul yang menewaskan ratusan orang menurut klaim pihak Afghanistan. Pakistan membantah menargetkan warga sipil dan menyatakan serangan ditujukan pada infrastruktur militan, sementara IIA mengecamnya sebagai pelanggaran hukum internasional.

Meski menyepakati penghentian sementara operasi militer, kedua pihak menegaskan bahwa gencatan senjata bersifat kondisional. Pakistan menyatakan operasi dapat dilanjutkan jika terjadi serangan lintas batas atau aktivitas militan selama periode tersebut.

Para analis menilai gencatan senjata ini lebih bersifat taktis daripada solusi jangka panjang. Konflik antara Pakistan dan IIA sendiri dipicu oleh persoalan lama, termasuk tuduhan Islamabad bahwa Kabul melindungi kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), serta sengketa perbatasan Durand Line yang belum terselesaikan.

Dengan latar belakang konflik yang kompleks dan saling tuduh yang terus berlanjut, gencatan senjata Idul Fitri ini dipandang sebagai jeda sementara yang rapuh. Tanpa penyelesaian politik yang lebih mendasar, risiko kembalinya eskalasi militer di kawasan tetap tinggi dalam waktu dekat. (hanoum/arrahmah.id)