EL OBEID (Arrahmah.id) - Kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) melancarkan serangkaian serangan pesawat nirawak (drone) yang menyasar kawasan permukiman di El-Obeid pada Ahad (20/9/2026), menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai 20 lainnya, menurut laporan Sudan Doctors Network.
Kelompok medis independen tersebut menyatakan bahwa drone berpandu menghantam sejumlah lingkungan di ibu kota negara bagian Kordofan Utara itu sejak fajar hingga tengah hari, menyebabkan kerusakan parah pada rumah warga sipil dan infrastruktur, lansir SANA.
Sembari mengecam serangan tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional, jaringan tersebut memperingatkan bahwa pengeboman yang disengaja terhadap kawasan berpenduduk memperparah krisis kemanusiaan dan layanan kesehatan di kota itu. Mereka mendesak masyarakat internasional dan organisasi hak asasi manusia untuk meminta pertanggungjawaban pimpinan RSF serta menuntut penghentian segera tindakan yang menargetkan warga sipil.
Eskalasi terbaru ini terjadi meskipun telah ada seruan berulang kali dari dunia internasional agar pihak-pihak yang bertikai menahan diri. Pada pertengahan Juli, negara-negara G7 dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas menuntut penghentian segera operasi RSF di sekitar El-Obeid guna mencegah kekejaman lebih lanjut terhadap warga sipil.
Pertempuran antara Angkatan Bersenjata Sudan dan kelompok RSF yang memisahkan diri telah berkecamuk sejak April 2023, mengakibatkan puluhan ribu orang tewas atau terluka serta memaksa jutaan orang mengungsi dari rumah mereka. (haninmazaya/arrahmah.id)
