GAZA (Arrahmah.id) - Tiga warga Palestina dilaporkan gugur pada Rabu (29/7/2026) akibat gempuran serangan udara dan drone militer 'Israel' yang menyasar wilayah utara dan selatan Jalur Gaza.
Di wilayah selatan, sumber medis di Rumah Sakit Nasser mengonfirmasi kedatangan dua jenazah korban tewas serta 16 orang mengalami luka-luka, termasuk anak-anak, setelah sebuah drone 'Israel' melancarkan serangan terhadap para pejalan kaki di kawasan Al-Mujayda, Al-Mawasi, sebelah barat Khan Yunis. Di area yang sama, seorang pemuda juga mengalami luka-luka akibat tembakan langsung tentara pendudukan di dekat kawasan garasi bus Rafah, pusat Khan Yunis, sementara artileri 'Israel' turut menggempur wilayah timur kota al-Qarara.
Sementara itu, di bagian utara Gaza, gempuran drone 'Israel' di lingkungan Al-Rimal, Kota Gaza, merenggut nyawa satu warga sipil dan melukai tiga lainnya, termasuk dua anak-anak, menurut keterangan dari pihak medis Rumah Sakit Al-Shifa.
Di Kota Gaza, sebanyak tujuh warga Palestina terluka setelah jet tempur 'Israel' meratakan sebuah bangunan tempat tinggal di Kamp Pengungsi Al-Shati, sebelah barat kota, menyusul perintah pengungsian paksa bagi warga sekitar. Saksi mata menyebutkan bahwa dua serangan udara masif menghancurkan gedung tersebut hingga rata dengan tanah serta memicu kebakaran hebat di permukiman padat di sekitarnya. Bangunan tersebut tercatat pernah menjadi sasaran pemboman pada fase-fase awal agresi sebelumnya.
Meskipun kesepakatan gencatan senjata telah dideklarasikan sejak 10 Oktober 2025, militer 'Israel' terus melanggar ketentuan tersebut melalui serangan harian. Eskalasi berkelanjutan ini telah menambah panjang daftar korban jiwa hingga mencapai 1.209 syuhada dan 3.943 orang luka-luka, sebagian besar di antaranya adalah anak-anak dan perempuan, di tengah kepungan kehancuran infrastruktur yang kian meluas. (zarahamala/arrahmah.id)
