Memuat...

Setyo Budi Mularso Datangi MUI Jatim, Sampaikan Klarifikasi dan Permohonan Maaf

Ameera
Sabtu, 12 September 2026 / 1 Rabiulakhir 1448 19:22
Setyo Budi Mularso Datangi MUI Jatim, Sampaikan Klarifikasi dan Permohonan Maaf
Setyo Budi Mularso Datangi MUI Jatim, Sampaikan Klarifikasi dan Permohonan Maaf

SURABAYA (Arrahmah.id) — Pengusaha sound, Setyo Budi Mularso, secara resmi mendatangi Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur di Jalan Wisma Pagesangan, Surabaya, Sabtu (12/9/2026).

Kedatangan tersebut dilakukan untuk menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf secara langsung kepada jajaran pengurus MUI Jawa Timur.

Setyo Budi Mularso diterima langsung oleh jajaran pimpinan MUI Jatim. Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris MUI Jatim Bidang Komisi Fatwa, Dr. KH. Nur Fauzi Palestin, S.Hum., M.Ag., serta Ketua Komisi Hukum dan HAM MUI Jatim, Dr. H. Andriyanto, S.H., M.Kes., beserta jajaran.

Pertemuan diawali dengan sambutan dari Sekretaris MUI Jatim Bidang Komisi Fatwa, Dr. KH. Nur Fauzi Palestin. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya tradisi tabayyun atau klarifikasi dalam Islam ketika menghadapi sebuah persoalan.

“MUI senantiasa terbuka menerima siapa saja yang berniat baik untuk melakukan tabayyun. Kami mengapresiasi langkah Bapak Setyo Budi Mularso yang telah datang langsung untuk mengklarifikasi dan meminta maaf. Islam selalu mengajarkan kita untuk saling memaafkan dan menjadikan setiap teguran sebagai jalan kebaikan,” ujar Dr. KH. Nur Fauzi Palestin.

Selanjutnya, Ketua Komisi Hukum dan HAM MUI Jatim, Dr. H. Andriyanto, turut memberikan arahan. Ia menegaskan bahwa MUI Jawa Timur senantiasa mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif, sekaligus menjunjung tinggi asas kekeluargaan serta kepatuhan terhadap hukum dalam menyelesaikan berbagai polemik di tengah masyarakat.

Memasuki agenda utama, Setyo Budi Mularso menyampaikan duduk perkara sekaligus klarifikasi secara terbuka di hadapan jajaran pengurus MUI Jatim. Dalam kesempatan tersebut, ia mengakui adanya kekhilafan dan menyampaikan komitmennya untuk melakukan perbaikan ke depan.

“Dari hati yang paling dalam, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para kiai, pengurus MUI Jawa Timur, dan seluruh umat atas kekhilafan yang telah terjadi. Saya menyadari kesalahan tersebut dan menjadikan momen ini sebagai pelajaran berharga agar ke depannya saya bisa lebih berhati-hati dan bijaksana,” ungkap Setyo Budi Mularso.

Pertemuan berlangsung dalam suasana kondusif dan penuh kekeluargaan. Pada akhir pertemuan, jajaran pengurus MUI Jatim menerima permohonan maaf yang disampaikan Setyo Budi Mularso.

Momen tabayyun tersebut diharapkan dapat menjadi ruang edukasi dan pembelajaran bagi seluruh pihak. Selain itu, pertemuan ini menjadi pengingat pentingnya mengedepankan kehati-hatian, kedewasaan, serta kearifan dalam bersikap dan menyampaikan sesuatu di tengah masyarakat.

MUI Jatim juga menilai penyelesaian persoalan melalui komunikasi, klarifikasi, dan pendekatan persuasif merupakan bagian penting dalam menjaga suasana kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

(ameera/arrahmah.id)