DAMASKUS (Arrahmah.id) -- Presiden Suriah, Ahmed al-Sharaa, dilaporkan menerima undangan untuk berkunjung ke Amerika Serikat pada pertengahan Juni 2026. Undangan tersebut memicu spekulasi bahwa kunjungan itu dapat bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-80 Presiden AS, Donald Trump, pada 14 Juni, sekaligus menjadi simbol semakin eratnya hubungan antara Washington dan Damaskus setelah bertahun-tahun mengalami ketegangan diplomatik.
Menurut sumber diplomatik yang dikutip AFP dan sejumlah media Timur Tengah, undangan tersebut telah diterima oleh pihak Istana Presiden Suriah. Namun hingga Kamis (11/6), belum ada kepastian apakah Sharaa akan memenuhi undangan tersebut atau tidak. Sumber yang sama menyebutkan bahwa tanggal yang diajukan adalah 14 Juni, bertepatan dengan hari ulang tahun Trump yang rencananya akan dirayakan melalui sejumlah acara khusus di Washington.
Kabar ini muncul di tengah membaiknya hubungan kedua negara sejak jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad pada akhir 2024 dan naiknya Sharaa sebagai pemimpin baru Suriah. Dalam beberapa bulan terakhir, kedua pemimpin diketahui telah melakukan komunikasi intensif terkait pemulihan ekonomi Suriah, pengurangan sanksi, serta perkembangan keamanan kawasan Timur Tengah.
Sebelumnya, Sharaa dan Trump telah bertemu di Gedung Putih dalam kunjungan bersejarah yang menandai salah satu titik balik hubungan AS-Suriah. Pertemuan tersebut membahas kerja sama bilateral, pemulihan ekonomi Suriah, serta berbagai isu regional yang menjadi perhatian kedua negara.
Seorang sumber diplomatik yang mengetahui proses undangan tersebut mengatakan bahwa pemerintah Suriah sedang mempertimbangkan berbagai aspek sebelum mengambil keputusan akhir.
“Presiden Sharaa telah menerima undangan untuk berkunjung ke Amerika Serikat pada 14 Juni,” kata sumber diplomatik yang dikutip AFP.
Apabila kunjungan tersebut terealisasi, maka itu akan menjadi salah satu momentum diplomatik paling penting bagi Suriah pasca-pergantian rezim. Selain memperkuat hubungan dengan Washington, kunjungan itu juga berpotensi membuka jalan bagi pembahasan lanjutan mengenai pencabutan sanksi ekonomi yang masih membebani proses rekonstruksi Suriah.
Beberapa media Arab melaporkan bahwa pemerintahan Trump dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan sikap yang lebih terbuka terhadap Damaskus. Pemerintah AS disebut mendukung upaya pemulihan ekonomi Suriah dan mendorong integrasi negara tersebut kembali ke panggung diplomasi internasional. Langkah itu terlihat dari komunikasi langsung antara kedua pemimpin dan keterlibatan Suriah dalam berbagai forum internasional selama 2026.
Hingga berita ini ditulis, pihak Gedung Putih maupun Istana Presiden Suriah belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai agenda rinci kunjungan tersebut. Namun jika terlaksana, pertemuan Sharaa dan Trump pada pertengahan Juni diperkirakan akan menjadi sorotan utama diplomasi Timur Tengah tahun ini. (hanoum/arrahmah.id)
