Memuat...

Skandal Tentara "Israel" di Lebanon Selatan: Panglima IDF Murka, Larang Penjarahan dan Konten Pamer di Medsos

Samir Musa
Selasa, 28 April 2026 / 11 Zulkaidah 1447 08:24
Skandal Tentara "Israel" di Lebanon Selatan: Panglima IDF Murka, Larang Penjarahan dan Konten Pamer di Medsos
Kepala Staf Angkatan Bersenjata “Israel”, Eyal Zamir (pers Israel)

TEL AVIV (Arrahmah.id) – Kepala Staf Israel Defense Forces (IDF), Eyal Zamir, mengeluarkan peringatan keras kepada pasukannya terkait dugaan keterlibatan sejumlah tentara dalam aksi penjarahan properti milik warga sipil serta penyebaran konten provokatif di media sosial.

Pernyataan tersebut disampaikan pada Senin (28/4/2026), di tengah meningkatnya sorotan publik setelah laporan media Israel mengungkap dugaan pelanggaran oleh prajurit di wilayah Lebanon selatan.

Zamir menegaskan bahwa tindakan penjarahan—jika terbukti terjadi—merupakan pelanggaran serius yang dapat merusak citra militer "Israel". Ia juga memerintahkan agar setiap laporan terkait insiden tersebut segera diselidiki secara menyeluruh.

Seorang tentara “Israel” menghancurkan kepala “patung Kristus” di desa Debel, Lebanon selatan (media sosial).

Laporan yang dimuat media Haaretz menyebutkan adanya dugaan keterlibatan tentara dalam penjarahan properti warga sipil selama operasi darat di Lebanon selatan. Informasi tersebut didasarkan pada kesaksian sejumlah prajurit dan komandan lapangan.

Selain itu, beredar pula sejumlah video di media sosial yang memperlihatkan tentara "Israel" merekam aktivitas mereka di dalam rumah warga, termasuk aksi perusakan dan pengambilan barang-barang pribadi. Video tersebut memicu kecaman luas dari berbagai pihak.

Dalam insiden lain yang menuai kritik, sebuah foto menunjukkan seorang tentara menggunakan palu untuk menghancurkan sebuah patung religius di wilayah perbatasan Lebanon. Militer "Israel" kemudian mengonfirmasi telah memberikan sanksi kepada dua prajurit yang terlibat.

Zamir juga menyoroti penggunaan media sosial oleh tentara. Ia menegaskan bahwa unggahan yang bersifat kontroversial atau bertujuan untuk mencari popularitas pribadi akan dikenakan tindakan disipliner tegas.

Militer "Israel" dalam pernyataan terpisah menyebut bahwa setiap tindakan penjarahan dan pelanggaran terhadap properti sipil merupakan pelanggaran berat. Polisi militer juga telah melakukan pemeriksaan di sejumlah titik keluar pasukan dari wilayah operasi di utara, meski belum ada konfirmasi resmi terkait temuan penjarahan.

Sementara itu, organisasi HAM Israel “Breaking the Silence” menyatakan bahwa dugaan penjarahan oleh tentara bukanlah hal baru dan disebut semakin sering terjadi sejak eskalasi konflik di Gaza pada akhir 2023. Namun, organisasi tersebut belum memiliki data spesifik terkait operasi di Lebanon.

Hingga kini, pihak militer "Israel" belum merinci jumlah kasus yang sedang diselidiki maupun sanksi lanjutan yang mungkin dijatuhkan.

(Samirmusa/arrahmah.id)