KABUL (Arrahmah.id) - Menteri Perbatasan dan Urusan Suku Imarah Islam Afghanistan (IIA), berbicara di sebuah pertemuan publik di Balkh, menekankan bahwa pemerintah saat ini berkomitmen untuk mempertahankan integritas teritorial negara dan tidak akan membiarkan siapa pun melanggarnya.
Menurut Noorullah Noori, mereka yang berniat untuk melanggar wilayah Afghanistan harus belajar dari perjuangan masa lalu rakyat Afghanistan melawan invasi asing.
Ia berkata: “Jika ada yang mencampuri urusan internal kita atau mempertimbangkan untuk menyerang Afghanistan, mereka harus belajar dari masa lalu. Kemerdekaan dan keamanan yang kita miliki saat ini bahkan tidak dinikmati oleh negara-negara maju.”
Pejabat senior Imarah Islam itu juga menekankan kemerdekaan politik pemerintah saat ini, menambahkan bahwa tidak seorang pun akan diizinkan untuk mencampuri urusan internal negara, lansir Tolo News (26/4/2026).
Ia lebih lanjut menyatakan bahwa Imarah Islam telah menanggapi dengan tepat terhadap serangan baru-baru ini oleh Pakistan.
“Kami percaya bahwa dari Boldak dan Torkham hingga Hairatan dan Shir Khan, bahkan sejengkal tanah negara kita tidak kurang berharga daripada nyawa kita,” tambah Noori.
Menurut pernyataan dari Kementerian Perbatasan, para tetua suku yang hadir dalam pertemuan tersebut juga menekankan dukungan mereka terhadap sistem yang ada saat ini, dan menyatakan bahwa melindunginya adalah tanggung jawab bersama semua pihak. (haninmazaya/arrahmah.id)
