KATINGAN (Arrahmah.id) – Setelah tiga hari pencarian intensif, tim gabungan akhirnya berhasil menemukan dua anggota Polri yang sebelumnya dinyatakan hilang saat operasi penggerebekan bandar narkoba di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.
Dengan ditemukannya kedua korban, total tiga personel Polres Katingan dipastikan gugur dalam tugas.
Ketiga anggota Polri yang gugur tersebut adalah Aipda Yudhi Perdana Putra, Bripda Nopandri Ramadhana, dan Aiptu Sumaryanto.
Jenazah Aiptu Sumaryanto ditemukan di kawasan Rantau Asem, Kecamatan Katingan, sekitar 40 kilometer dari lokasi penggerebekan.
Setelah ditemukan, jenazah segera dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani proses identifikasi.
Suasana duka menyelimuti keluarga, kerabat, dan rekan-rekan sesama anggota Polri yang telah menunggu kedatangan jenazah di rumah sakit.
Sebelumnya, pada Sabtu sore, tim pencarian juga menemukan jenazah Bripda Nopandri Ramadhana di aliran Sungai Katingan.
Saat ditemukan, tubuh korban mengapung dan tersangkut di ranting bambu serta kayu di tepian sungai. Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara guna menjalani autopsi dan pemeriksaan medis.
Insiden tragis ini bermula saat ketiga personel Polres Katingan melaksanakan operasi penggerebekan terhadap jaringan bandar narkoba di wilayah Kabupaten Katingan.
Dalam operasi tersebut, mereka diduga mendapat serangan yang mengakibatkan ketiganya gugur.
Di sisi lain, polisi telah berhasil menangkap seorang terduga pelaku penyerangan berinisial A. Pelaku ditangkap saat bersembunyi di sebuah perahu di aliran sungai Desa Tumbang Pariye.
Setelah diamankan, pelaku langsung dibawa ke Mapolres Katingan untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Penyidik kini mendalami motif penyerangan yang menyebabkan gugurnya tiga anggota Polri tersebut, sekaligus menelusuri kemungkinan keterlibatan pelaku lain.
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih terus melakukan pengejaran terhadap sejumlah terduga pelaku lainnya yang diduga terlibat dalam penyerangan dan masih berstatus buron.
Kasus ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Kepolisian berkomitmen mengusut tuntas peristiwa tersebut sekaligus memburu seluruh pihak yang terlibat hingga berhasil ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
(ameera/arrahmah.id)
