Memuat...

Trump Tunda Serangan 5 Hari, Iran Bantah Negosiasi dan Ancam Balasan Lebih Luas

Samir Musa
Senin, 23 Maret 2026 / 4 Syawal 1447 20:52
Trump Tunda Serangan 5 Hari, Iran Bantah Negosiasi dan Ancam Balasan Lebih Luas
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Associated Press)

WASHINGTON (Arrahmah.id) — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara mengejutkan mengumumkan penundaan rencana serangan militer terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari. Keputusan ini diambil di tengah klaim adanya pembicaraan “positif” antara Washington dan Teheran.

Dalam pernyataannya pada Senin (23/3), Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat telah melakukan pembicaraan yang “baik dan konstruktif” dengan Iran. Ia juga mengaku telah menginstruksikan militer untuk menunda serangan terhadap fasilitas listrik dan energi Iran selama lima hari, sambil menunggu hasil perundingan yang diklaim masih berlangsung sepanjang pekan ini.

"Saya telah mengeluarkan perintah untuk menunda semua serangan militer terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari. Keputusan ini bergantung pada hasil pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung," tulis Trump.

Langkah ini datang hanya beberapa jam sebelum berakhirnya ultimatum 48 jam yang sebelumnya dilontarkan Trump, yang mengancam akan menyerang fasilitas energi Iran jika Teheran tidak membuka sepenuhnya jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Namun, pihak Iran dengan tegas membantah adanya negosiasi dengan Washington. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa tidak ada pembicaraan yang terjadi, baik secara langsung maupun melalui mediator.

Menurut pernyataan yang dikutip media resmi Iran, klaim Trump dianggap sebagai upaya untuk menekan harga energi global sekaligus memberi waktu bagi Washington untuk mempersiapkan rencana militernya.

Sumber Iran juga menyebut bahwa penundaan serangan tersebut merupakan bentuk mundurnya Amerika setelah menyadari keseriusan ancaman balasan dari Teheran. Iran menegaskan bahwa target serangan balasan mereka tidak hanya terbatas, melainkan mencakup seluruh infrastruktur energi di kawasan.

Lebih lanjut, sumber keamanan Iran memperingatkan bahwa kondisi di Selat Hormuz tidak akan kembali normal selama “perang psikologis” masih berlangsung. Mereka juga menegaskan bahwa penundaan lima hari bukan berarti deeskalasi, melainkan indikasi bahwa rencana serangan masih berjalan.

Iran bahkan mengancam akan menutup total Selat Hormuz jika serangan benar-benar dilakukan, serta tidak akan membukanya kembali sebelum seluruh fasilitas energi yang terdampak dipulihkan.

Sementara itu, Dewan Pertahanan Iran memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap wilayah atau pulau Iran akan dibalas dengan tindakan tegas, termasuk penanaman ranjau laut di jalur strategis Teluk. Negara-negara yang ingin melintasi Selat Hormuz pun diingatkan untuk berkoordinasi langsung dengan Teheran selama konflik berlangsung.

Ketegangan antara Washington dan Teheran terus meningkat, dengan ancaman saling serang yang berpotensi mengguncang stabilitas kawasan dan jalur energi global.

(Samirmusa/arrahmah.id)