ABU DHABI (Arrahmah.id) -- Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan siap bergabung dengan upaya internasional yang dipimpin Amerika Serikat untuk mengamankan Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi global yang kini terganggu akibat konflik Iran. Pernyataan ini menandai potensi keterlibatan langsung negara Teluk dalam operasi keamanan maritim yang dipimpin Washington.
Penasihat diplomatik Presiden UEA, Anwar Gargash, mengatakan, seperti dilansir Al Monitor (17/3/2026), negaranya membuka kemungkinan untuk ikut serta dalam koalisi internasional guna menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Ia menegaskan bahwa menjaga kelancaran arus perdagangan dan energi merupakan tanggung jawab bersama di tengah meningkatnya ancaman terhadap jalur strategis tersebut.
Langkah ini muncul setelah meningkatnya gangguan terhadap lalu lintas kapal di Selat Hormuz, yang selama ini menjadi jalur bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan 'Israel' telah menyebabkan serangan terhadap kapal, penutupan jalur pelayaran, hingga lonjakan harga energi global.
Laporan Reuters menyebut pembahasan mengenai koalisi pengamanan ini masih berlangsung dan belum ada kesepakatan final. Namun, Washington disebut активно mendorong sekutu-sekutunya, termasuk negara-negara Teluk, untuk mengirim kapal perang guna mengawal tanker minyak yang melintasi kawasan tersebut.
Keterlibatan UEA juga tidak terlepas dari meningkatnya ancaman langsung terhadap wilayahnya. Dalam beberapa pekan terakhir, fasilitas energi dan pelabuhan UEA dilaporkan menjadi sasaran serangan drone dan rudal, yang semakin memperburuk situasi keamanan dan ekonomi negara tersebut.
Di sisi lain, para pejabat internasional memperingatkan bahwa pengawalan militer saja tidak cukup untuk menjamin keamanan penuh di Selat Hormuz. Organisasi Maritim Internasional (IMO) menilai solusi jangka panjang tetap membutuhkan de-eskalasi konflik dan kesepakatan politik antara pihak-pihak yang bertikai.
Seiring konflik yang terus meluas, upaya pembentukan koalisi pengamanan Selat Hormuz dinilai menjadi langkah krusial untuk mencegah krisis energi global yang lebih besar. Namun, keterlibatan lebih banyak negara juga berpotensi memperbesar eskalasi konflik di kawasan yang sudah sangat tegang tersebut. (hanoum/arrahmah.id)
