Memuat...

Video Konvoi Hamas yang Diviralkan 'Israel' Ternyata Video Lama

Zarah Amala
Selasa, 25 Agustus 2026 / 13 Rabiulawal 1448 11:30
Video Konvoi Hamas yang Diviralkan 'Israel' Ternyata Video Lama
(Foto: tangkapan video)

GAZA (Arrahmah.id) - Sebuah video yang beredar di media sosial diklaim menunjukkan konvoi militer besar dan terbaru dari Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, di Jalur Gaza, di tengah pembahasan mengenai isu pelucutan senjata Hamas.

Sejumlah akun 'Israel' mengaitkan video tersebut dengan perkembangan politik terbaru, terutama pertemuan utusan Amerika Serikat Jared Kushner dengan delegasi Hamas dan sejumlah faksi Palestina di Kairo. Mereka menilai kemunculan konvoi itu sebagai bukti bahwa Hamas tidak serius menjalani proses pelucutan senjata.

Namun, penelusuran Unit Sumber Terbuka Al Jazeera menunjukkan bahwa video tersebut bukan rekaman terbaru, melainkan video lama yang berasal dari 2025.

Video yang beredar memperlihatkan konvoi yang terdiri atas anggota Brigade Al-Qassam dan Brigade Al-Quds, sayap militer Jihad Islam Palestina. Mereka terlihat menggunakan puluhan kendaraan dan sepeda motor saat melintas di salah satu jalan di Jalur Gaza.

Para peserta membawa bendera Palestina, sementara sejumlah pria bersenjata terlihat membawa dan memperlihatkan berbagai jenis senjata. Warga sipil juga tampak berkumpul di kedua sisi jalan.

Sekilas, video tersebut memang tampak seperti sebuah parade militer gabungan.

Video pertama kali terdeteksi di sebuah akun Instagram pada 18 Agustus 2026. Pemilik akun mengunggahnya dengan keterangan "Gaza akan selalu kuat", sebelum video tersebut disebarkan ulang oleh berbagai akun dengan narasi yang berbeda.

Analisis terhadap akun tersebut menunjukkan bahwa akun itu berlokasi di Indonesia dan dibuat pada Mei 2025. Pemiliknya diketahui kerap mengunggah rekaman lama yang memperlihatkan aktivitas berbagai faksi perlawanan Palestina di Jalur Gaza tanpa menjelaskan konteks waktu dan tempatnya.

Ada sejumlah petunjuk visual yang membantu mengungkap waktu dan lokasi pengambilan video.

Pertama, anak-anak dan pemuda yang terlihat dalam rekaman mengenakan pakaian musim dingin yang tebal. Padahal video tersebut baru beredar dan diklaim sebagai rekaman terbaru pada puncak musim panas.

Kedua, pada bagian depan sejumlah kendaraan terlihat tulisan "صفقة طوفان الأقصى" (Kesepakatan Banjir Al-Aqsha). Frasa tersebut sebelumnya terlihat dalam rekaman lain yang mendokumentasikan persiapan dan prosesi penyerahan sandera dalam pertukaran tahanan.

Ketiga, sebuah bangunan yang terlihat sekitar detik ke-47 dalam video dapat diidentifikasi melalui pencarian gambar secara terbalik.

Bangunan tersebut memiliki ciri khas berupa menara komunikasi di bagian atap serta bentuk dan warna yang sesuai dengan gedung Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi di Kota Gaza.

Pencocokan dengan citra satelit juga menunjukkan bahwa masjid yang berada di dekat bangunan tersebut adalah Masjid Abu Khudra. Dengan demikian, video diketahui direkam di Jalan Omar Al-Mukhtar, Kota Gaza.

Lokasi tersebut berjarak sekitar 1,17 kilometer dari Lapangan Palestina, tempat sejumlah prosesi penyerahan sandera sebelumnya berlangsung.

Penelusuran terhadap arsip video menunjukkan bahwa tulisan "Kesepakatan Banjir Al-Aqsha" juga terlihat pada kendaraan serupa ketika anggota Brigade Al-Qassam dan Brigade Al-Quds melakukan penyebaran di Lapangan Palestina sebelum prosesi penyerahan empat sandera perempuan 'Israel' pada 25 Januari 2025.

Pencarian berdasarkan periode tersebut menemukan video lain yang memperlihatkan konvoi serupa dari sudut pengambilan gambar berbeda.

Keterangan pada video arsip tersebut menyebut konvoi itu sebagai iring-iringan militer Brigade Al-Qassam dan Brigade Al-Quds dalam perjalanan menuju Lapangan Palestina untuk mengikuti prosesi pertukaran tahanan.

Tanggal publikasi dan berbagai detail visualnya, termasuk tulisan pada kendaraan serta keterlibatan kedua faksi, sesuai dengan video yang kini kembali beredar.

Dengan demikian, video tersebut tidak berkaitan dengan perkembangan terbaru mengenai perundingan pelucutan senjata Hamas. Narasi yang menggunakannya sebagai bukti bahwa Hamas baru-baru ini memamerkan kekuatan militernya di tengah negosiasi pelucutan senjata adalah keliru dan menyesatkan. (zarahamala/arrahmah.id)