ANKARA (Arrahmah.id) -- Pemerintah Turki kembali menangkap seorang kepala daerah dari kubu oposisi. Kali ini, Wali Kota Etimesgut di Ankara, Erdal Beşikçioğlu, ditahan aparat kepolisian pada Kamis (30/7/2026) dalam penyelidikan dugaan korupsi dan penyimpangan tender proyek pemerintah daerah. Penangkapan tersebut menambah panjang daftar pejabat oposisi yang terseret kasus hukum dalam dua tahun terakhir, memicu perdebatan baru mengenai kondisi demokrasi dan persaingan politik di Turki.
Beşikçioğlu, yang dikenal luas sebagai aktor serial televisi populer Behzat Ç. sebelum terjun ke dunia politik, terpilih sebagai Wali Kota Etimesgut pada Pemilu Lokal 2024 dari Partai Rakyat Republik (CHP), partai oposisi utama Presiden Recep Tayyip Erdogan.
Menurut Kementerian Kehakiman Turki, seperti dilansir AP (30/7), ia sedang diselidiki terkait dugaan pemalsuan dokumen tender pemerintah daerah, penyimpangan dalam skema penyewaan lahan parkir, serta pemberian izin tata ruang dan pembangunan.
Operasi penangkapan dilakukan oleh Kejaksaan Ankara Barat dan melibatkan penggerebekan di puluhan lokasi yang tersebar di sembilan provinsi. Selain Beşikçioğlu, sedikitnya 51 orang lainnya juga ditahan dalam penyelidikan yang sama. Jaksa menyebut para tersangka menghadapi tuduhan beragam, mulai dari korupsi, penyuapan, pemerasan hingga keterlibatan dalam organisasi kriminal.
Dalam pernyataannya, Kementerian Kehakiman Turki menegaskan bahwa proses hukum dilakukan secara independen.
"Penyelidikan ini berkaitan dengan dugaan penyimpangan dalam tender pemerintah daerah dan tidak memiliki motif politik. Pengadilan Turki bekerja secara independen dan tidak memihak," demikian pernyataan resmi yang dikutip AP.
Namun, Partai CHP menolak tuduhan tersebut dan menilai gelombang penangkapan terhadap pejabat oposisi merupakan bagian dari tekanan politik terhadap lawan-lawan Presiden Erdogan.
Beberapa tokoh oposisi menyebut operasi hukum yang terus menyasar pemerintah daerah yang dikuasai CHP sebagai upaya melemahkan kekuatan oposisi menjelang pemilu mendatang.
Penangkapan Beşikçioğlu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan politik di Turki. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah wali kota dan pejabat oposisi lainnya juga ditahan atas berbagai tuduhan korupsi.
Kasus yang paling menonjol adalah penahanan Wali Kota Istanbul, Ekrem Imamoglu, yang selama ini dianggap sebagai salah satu rival politik terkuat Erdogan. Penangkapan Imamoglu memicu gelombang demonstrasi besar di berbagai kota Turki pada 2025.
Reuters melaporkan bahwa penahanan pejabat oposisi terus berlanjut bahkan setelah sejumlah perubahan di tubuh partai oposisi. Pemerintah Turki membantah tuduhan bahwa langkah-langkah tersebut bermotif politik dan menegaskan bahwa seluruh proses hukum dilakukan berdasarkan bukti yang ditemukan oleh penyidik. (hanoum/arrahmah.id)
