Memuat...

UNIFIL Amankan 4 Ton Amonium Nitrat Berlabel Ibrani di Lebanon Selatan

Zarah Amala
Rabu, 29 Juli 2026 / 15 Safar 1448 12:00
UNIFIL Amankan 4 Ton Amonium Nitrat Berlabel Ibrani di Lebanon Selatan
Pasukan UNIFIL memperingatkan bahaya sisa-sisa perang di Lebanon selatan (AFP)

BEIRUT (Arrahmah.id) - Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) mengumumkan pada Selasa (28/7/2026) bahwa pihaknya telah menemukan sekitar 4 ton bahan peledak jenis amonium nitrat di kota perbatasan Hula, Lebanon selatan.

Dalam keterangan resminya, UNIFIL menyatakan bahwa pasukan penjaga perdamaian mendapati 385 kontainer terbengkalai di dalam sebuah bangunan yang berisi sekitar 4.000 kilogram bahan peledak yang didominasi oleh senyawa amonium nitrat, saat melakukan patroli rutin pada 2 Juli lalu. Setelah melakukan penilaian risiko secara cermat, tim spesialis pemusnah bahan peledak UNIFIL berhasil menetralkan material tersebut guna menghilangkan potensi bahaya.

Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kepada Agence France-Presse (AFP) bahwa terdapat tulisan berbahasa Ibrani pada wadah amonium nitrat tersebut, yang mengindikasikan bahan itu kemungkinan besar digunakan dalam operasi penghancuran oleh militer 'Israel'.

Kantor Berita Nasional resmi Lebanon melaporkan setidaknya empat ledakan telah dilarikan oleh tentara 'Israel' di kota Hula sejak awal Juli. Wilayah Hula sendiri terletak di Distrik Marjayoun, yang berada di dalam zona keamanan di mana 'Israel' mempertahankan kehadiran militernya, di tengah rangkaian operasi peledakan dan pembongkaran yang terus berlangsung meskipun konfrontasi dengan Hizbullah telah mereda pasca-penandatanganan nota kesepahaman damai antara Washington dan Teheran pada Juni lalu.

Selain penemuan amonium nitrat, patroli UNIFIL pada 10 Juli lalu turut mengamankan puing-puing pesawat nirawak (drone) bermuatan bahan peledak di dekat salah satu pos PBB di selatan Lebanon.

Komandan UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara, menegaskan bahwa mitigasi ancaman bahan peledak dan amunisi sisa perang sangat krusial bagi keselamatan personel penjaga perdamaian sekaligus mendukung stabilitas jangka panjang di Lebanon selatan.

Bahan amonium nitrat sendiri memicu memori kelam bagi masyarakat Lebanon, mengingat zat kimia serupa seberat 2.750 ton yang disimpan sejak 2014 menjadi pemicu ledakan dahsyat di Pelabuhan Beirut enam tahun lalu yang menewaskan 220 orang. Sejak 2023, eskalasi militer 'Israel' di Lebanon telah meninggalkan tumpukan amunisi yang belum meledak dan material berbahaya dalam jumlah besar, mengancam keselamatan warga sipil, menghambat kembalinya para pengungsi, serta menantang operasional harian pasukan penjaga perdamaian PBB. (zarahamala/arrahmah.id)