JAKARTA (Arrahmah.id) — Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa dirinya bukan penulis buku berjudul Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam yang kembali menjadi perhatian publik.
“Saya tidak menulis buku itu. Saya hanya diwawancarai oleh tim penyusunnya,” kata Yusril saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.
Menurut Yusril, wawancara yang dilakukannya berlangsung cukup lama sebelum dirinya dilantik menjadi menteri dalam Kabinet Merah Putih.
Setelah wawancara selesai, ia mengaku tidak pernah kembali melihat transkrip ataupun naskah hasil wawancara tersebut hingga buku diterbitkan.
Karena itu, Yusril menekankan bahwa dirinya tidak mengetahui bagaimana proses penyusunan buku tersebut berlangsung, termasuk mengenai penentuan judul dan konsep penerbitannya.
Meski demikian, setelah membaca buku tersebut saat ini, Yusril menilai sebagian besar informasi atau pandangan yang pernah disampaikannya dalam wawancara telah dituangkan dengan cukup baik oleh penyusun.
“Saya lihat sebagian besar apa yang saya sampaikan telah dituangkan dengan cukup baik,” ujarnya.
Yusril juga mengaku sudah tidak mengingat secara pasti siapa yang melakukan wawancara dengannya. Hal itu disebabkan wawancara tersebut dilakukan beberapa waktu lalu dan berlangsung sebelum dirinya menduduki posisi sebagai menteri.
Ia pun tidak mengetahui secara pasti apakah orang yang mewawancarainya merupakan bagian langsung dari tim penyusun buku. Terlebih, Yusril mengaku tidak mengenal pewawancara tersebut secara pribadi.
Dengan penjelasan itu, Yusril menegaskan bahwa perannya dalam buku Islam ala Prabowo terbatas sebagai narasumber. Ia tidak terlibat dalam penulisan, penentuan judul, penggagasan, maupun pembiayaan penerbitan buku tersebut.
Penegasan Yusril disampaikan untuk meluruskan informasi mengenai keterlibatannya dalam buku yang membahas praktik dan pandangan keislaman Presiden Prabowo Subianto tersebut.
(ameera/arrahmah.id)
