GAZA (Arrahmah.id) - Brigade Izzuddin al-Qassam, sayap militer Hamas, merilis video yang mendokumentasikan perjalanan hidup Nooruddin Muhammad al-Jamasi, seorang pejuang dari Batalion Zaitun, Brigade Gaza. Ia meninggalkan studinya di Budapest, Hungaria, dan kembali ke Gaza setelah perang pecah pada Oktober 2023.
Dilansir Al Jazeera pada Ahad (11/10/2026), video tersebut dirilis dalam seri Aqmar al-Tufan atau “Bulan-Bulan Banjir”. Al-Jamasi, yang lahir pada 2003, gugur pada 8 Oktober 2025 dalam pertempuran melawan pasukan 'Israel' yang memasuki Jalur Gaza.
Rekaman itu menampilkan sejumlah momen dalam perjalanan hidupnya, termasuk keterlibatannya dalam pertempuran di lapangan. Video tersebut juga memperlihatkan latihan dan manuver menggunakan peluru tajam yang, menurut Brigade al-Qassam, dilakukan sebelum operasi Banjir Al-Aqsha pada 7 Oktober 2023.
Kisah al-Jamasi menarik perhatian pengguna media sosial setelah ia memutuskan meninggalkan kehidupan akademiknya di Budapest dan kembali ke Gaza pada 8 Oktober 2023, sehari setelah serangan Hamas ke 'Israel' dan pecahnya perang.
Sejumlah pengguna media sosial mengenang keputusannya meninggalkan kehidupan yang relatif aman di Eropa untuk bergabung dalam pertempuran di Gaza. Mereka juga menyampaikan kesedihan atas kematiannya setelah dua tahun berada di tengah perang.
Menurut unggahan yang beredar, selama berada di Gaza, al-Jamasi mengalami kehilangan anggota keluarga serta menjalani kehidupan di tengah perang dan kelaparan sebelum gugur dalam serangan di kawasan al-Ahwad, selatan Kota Gaza, pada 8 Oktober 2025.
Sejumlah warganet turut membagikan pesan duka dan mengenang keterikatannya dengan Gaza. Keputusannya kembali dari Eropa menjadi bagian yang paling banyak disorot dalam berbagai unggahan tersebut.
Video itu merupakan bagian dari seri Aqmar al-Tufan yang dirilis Brigade al-Qassam untuk menampilkan kisah hidup dan perjalanan sejumlah pemimpin serta pejuangnya yang gugur selama pertempuran di Jalur Gaza. (zarahamala/arrahmah.id)
