Memuat...

Pemukim 'Israel' Sengaja Racuni Ternak Sendiri untuk Memicu Serangan ke Warga Palestina

Zarah Amala
Senin, 12 Oktober 2026 / 2 Jumadilawal 1448 12:00
Pemukim 'Israel' Sengaja Racuni Ternak Sendiri untuk Memicu Serangan ke Warga Palestina
Menurut sumber setempat, pemukim 'Israel' telah meracuni ternak di Desa Al-Mughayyir untuk keempat kalinya. (Catatan Harian Al-Mughayyir)

RAMALLAH (Arrahmah.id) - Video yang beredar di media sosial memperlihatkan seorang pemukim 'Israel' bertopeng menuangkan cairan ke mulut seekor domba hingga hewan tersebut mati. Menurut seorang pejabat Palestina setempat, aksi itu diduga bertujuan menjadikan warga Palestina sebagai kambing hitam dan membuka dalih untuk menyerang mereka.

Dilansir Al Jazeera pada Ahad (11/10/2026), insiden tersebut terjadi di Desa Al-Mughayyir, utara Ramallah, Tepi Barat. Dalam rekaman yang beredar, pria itu terlihat memegang kepala domba sambil menuangkan cairan ke mulutnya. Video lain memperlihatkan kambing tersebut tergeletak tak bernyawa. Sejumlah tentara 'Israel' juga tampak berada di lokasi kejadian.

Kepala Dewan Desa Al-Mughayyir, Amin Abu Aliya, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kejadian serupa bukan kali pertama terjadi di wilayah tersebut.

Menurut Abu Aliya, kawanan ternak itu diduga milik para pemukim 'Israel' dan kemungkinan merupakan ternak yang dicuri dari warga Palestina. Ia menilai peracunan tersebut sengaja dilakukan untuk menuduh warga Al-Mughayyir meracuni ternak, sehingga tentara dan polisi 'Israel' dipanggil untuk menyerang serta menindas penduduk desa.
Ia menambahkan, para pemukim juga pernah menutup jalan, kemudian menuduh warga Palestina sebagai pelakunya dan memanggil tentara 'Israel'.

Abu Aliya menegaskan, tindakan tersebut diduga bertujuan menciptakan dalih untuk menyerang desa, menutup satu-satunya pintu masuk yang masih dapat digunakan, serta menghalangi warga mengakses lahan mereka.

Insiden ini menambah kekhawatiran warga Palestina terhadap meningkatnya tekanan pemukim 'Israel' di Tepi Barat. Warga Desa Al-Mughayyir kini menghadapi ancaman serangan serta pembatasan akses menuju lahan pertanian mereka. (zarahamala/arrahmah.id)