Memuat...

Anies Baswedan Bela Dino Patti Djalal: Bukan Diplomat Karbitan, Rekam Jejaknya Teruji

Ameera
Selasa, 2 Juni 2026 / 17 Zulhijah 1447 20:22
Anies Baswedan Bela Dino Patti Djalal: Bukan Diplomat Karbitan, Rekam Jejaknya Teruji
Anies Baswedan Bela Dino Patti Djalal: Bukan Diplomat Karbitan, Rekam Jejaknya Teruji

JAKARTA (Arrahmah.id) - Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan memberikan dukungannya kepada mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, yang belakangan menjadi sorotan publik setelah menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Anies, Dino merupakan diplomat berpengalaman dengan rekam jejak panjang yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Melalui unggahan di akun media sosial X miliknya pada Selasa (2/6/2026), Anies membagikan pengalamannya mengenal sosok Dino sejak masih menjadi mahasiswa di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Anies mengaku pertama kali mendengar nama Dino Patti Djalal ketika seorang diplomat muda Indonesia tampil dalam acara debat internasional BBC World Debate di London.

Saat itu, Dino berhadapan dengan diplomat senior Timor Leste, José Ramos-Horta, di tengah situasi internasional yang dinilai kurang menguntungkan bagi Indonesia.

“Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dengan diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: Dino Patti Djalal,” tulis Anies.

Beberapa tahun kemudian, ketika menempuh studi doktoral di Illinois, Amerika Serikat, Anies berkesempatan bertemu langsung dengan Dino.

Menurutnya, saat itu Dino datang ke Chicago untuk menjelaskan berbagai persoalan yang dihadapi mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-peristiwa 11 September 2001.

“Yang kami temui adalah diplomat muda yang cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dengan ketenangan diplomatik yang sulit ditiru,” ungkap Anies.

Anies juga menyinggung peran Dino saat menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat. Pada tahun 2012, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles yang mempertemukan warga Indonesia dari berbagai negara.

Anies mengatakan dirinya termasuk salah satu tokoh yang diundang dalam kegiatan tersebut. Ia juga mengapresiasi langkah Dino mendirikan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), yang dinilainya berhasil menjadi wadah pengembangan kebijakan luar negeri sekaligus melahirkan generasi diplomat muda Indonesia.

“Dia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yang ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global,” tulis Anies.

Di akhir pernyataannya, Anies menegaskan bahwa Dino Patti Djalal merupakan sosok yang menguasai substansi diplomasi, memiliki pengalaman panjang, serta rekam jejak kepemimpinan yang teruji.

“Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat,” pungkas Anies.

(ameera/arrahmah.id)