WASHINGTON (Arrahmah.id) - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat secara resmi menawarkan imbalan hingga $10 juta (sekitar Rp156 miliar) bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi mengenai keberadaan para pejabat militer dan intelijen senior Iran. Daftar tersebut mencakup Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatullah Mojtaba Khamenei, serta sembilan pejabat tinggi lainnya yang terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Langkah ini diambil setelah suksesi cepat di Teheran menyusul tewasnya Ali Khamenei dalam serangan gabungan AS-'Israel' pada 28 Februari lalu. Mojtaba Khamenei, yang dikabarkan terluka dalam serangan tersebut, belum muncul di hadapan publik hingga saat ini, meskipun ia telah merilis pernyataan tertulis pertamanya pada Kamis (12/3/2026).
Selain Mojtaba Khamenei, AS memburu informasi mengenai Kepala Keamanan Ali Larijani, Menteri Intelijen Esmail Khatib, Menteri Dalam Negeri Eskandar Momeni, serta dua pejabat di kantor Pemimpin Tertinggi.
Meskipun Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengeklaim para pemimpin Iran sedang bersembunyi ketakutan di bawah tanah, Ali Larijani justru muncul dalam video pada Jumat (13/3) mendampingi Presiden Masoud Pezeshkian dalam sebuah rapat umum di Teheran.
AS menetapkan IRGC sebagai organisasi teroris asing, menuduh mereka merencanakan dan mengeksekusi aksi terorisme global serta mendalangi rencana pembunuhan terhadap pejabat AS, termasuk Donald Trump, sebagai balas dendam atas kematian Qassem Soleimani pada 2020.
Teheran secara konsisten membantah tuduhan sebagai sponsor terorisme. Pejabat Iran menganggap label tersebut sebagai serangan politik tak berdasar yang digunakan Washington untuk membenarkan sanksi dan tekanan ekonomi.
Situs web hadiah Departemen Luar Negeri juga mencantumkan empat pejabat lainnya, termasuk komandan IRGC dan sekretaris dewan pertahanan, namun tidak menyertakan nama atau foto mereka secara spesifik, yang mengindikasikan upaya intelijen yang masih berlangsung untuk mengidentifikasi struktur komando baru Iran pasca-serangan Februari. (zarahamala/arrahmah.id)
