YERUSALEM (Arrahmah.id) -- Menteri Keamanan Nasional 'Israel' Itamar Ben Gvir menyatakan dukungannya terhadap petisi yang meminta agar orang Yahudi diizinkan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa pada hari Sabtu.
Dilansir Khaberni (16/9/2026), dukungan itu disampaikan Ben Gvir menjelang sidang Mahkamah Agung Israel yang dijadwalkan membahas permohonan tersebut. Dalam suratnya, Ben Gvir meminta agar kompleks yang disebut umat Yahudi sebagai Temple Mount itu dibuka bagi orang Yahudi pada hari Sabtu mulai rangkaian hari raya Yahudi tahun ini. Ia beralasan bahwa orang Yahudi juga memiliki hak untuk beribadah di lokasi yang dianggap suci dalam tradisi mereka.
Petisi tersebut diajukan oleh kelompok-kelompok yang dikenal sebagai kelompok Temple atau kelompok yang mendukung peningkatan akses dan aktivitas ibadah Yahudi di kompleks tersebut.
Menurut Jerusalem Governorate, petisi telah diajukan ke Mahkamah Agung 'Israel' pada 3 September untuk mengubah kebijakan yang selama ini membatasi akses orang Yahudi pada hari Sabtu. Sidang mengenai permohonan itu dijadwalkan berlangsung di hadapan tiga hakim.
Persoalan ini berkaitan dengan status quo yang berlaku di kompleks Al-Aqsa sejak 1967. Dalam praktik yang diberlakukan selama bertahun-tahun, orang non-Muslim diperbolehkan mengunjungi kompleks tersebut pada waktu tertentu, tetapi ibadah non-Muslim, termasuk doa Yahudi, tidak diperbolehkan di dalam kompleks.
Polisi Israel juga selama bertahun-tahun membatasi akses orang Yahudi pada Jumat dan Sabtu. Al Jazeera melaporkan bahwa sejak 2003 polisi 'Israel' mengizinkan kunjungan warga Yahudi ke kompleks tersebut pada hari-hari tertentu, dengan pengecualian Jumat dan Sabtu.
Permintaan untuk membuka akses pada Sabtu mendapat perhatian karena hari tersebut merupakan Shabbat, hari istirahat mingguan dalam agama Yahudi. Dalam suratnya, Ben Gvir mempertanyakan alasan pembatasan akses orang Yahudi pada hari Sabtu sementara umat Islam tetap dapat beribadah di kompleks tersebut pada hari itu.
Ben Gvir sendiri telah beberapa kali mengunjungi kompleks Al-Aqsa dalam kapasitasnya sebagai menteri. Pada 31 Agustus 2026, ia kembali memasuki kompleks tersebut bersama sejumlah rabi dan warga 'Israel' di bawah pengawalan aparat keamanan Israel.
Al Jazeera melaporkan bahwa dalam kunjungan itu Ben Gvir melakukan ritual doa Yahudi, sementara tindakan tersebut mendapat kecaman dari pihak Palestina yang menilainya sebagai perubahan terhadap pengaturan yang berlaku di lokasi tersebut. (hanoum/arrahmah.id)
