Memuat...

Panglima 'Israel' Klaim Hamas Kalah dan Perang Berakhir

Hanoum
Jumat, 18 September 2026 / 7 Rabiulakhir 1448 04:12
Panglima 'Israel' Klaim Hamas Kalah dan Perang Berakhir
Kepala Staf Angkatan Bersenjata 'Israel' (IDF), Letnan Jenderal Eyal Zamir. [Foto: The Times of Israel]

TEL AVIV (Arrahmah.id) -- Kepala Staf Angkatan Bersenjata 'Israel' (IDF), Letnan Jenderal Eyal Zamir, menyatakan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz bahwa kelompok perlawanan Palestina Hamas telah mengalami kekalahan militer dan konfrontasi dengan kelompok tersebut pada dasarnya telah berakhir.

Menurut laporan Ynet (16/9/2026), Zamir menyampaikan penilaian tersebut ketika memberikan pengarahan kepada jajaran politik 'Israel' dalam kunjungan para komandan militer ke Divisi Gaza.

Kepala Divisi Riset Intelijen Militer 'Israel', Brigadir Jenderal Ofir Mizrahi, dalam rapat yang sama dilaporkan memberikan penilaian lebih berhati-hati. Ia mengatakan Hamas masih merupakan organisasi yang mengancam dan sedang berupaya merekrut anggota, membangun kembali kemampuan serta memulihkan pengaruh pemerintahannya di sejumlah wilayah Gaza.

Zamir kemudian membedakan antara kemampuan Hamas saat ini dan niat kelompok tersebut. Menurut Ynet, ia mengakui adanya upaya Hamas untuk memulihkan kekuatan, tetapi menilai kemampuan militernya telah sangat berkurang. Ia merujuk pada penghancuran gudang senjata dan pembunuhan sejumlah komandan Hamas sebagai alasan penilaiannya bahwa kelompok tersebut telah dikalahkan secara militer.

Penilaian tersebut muncul setelah militer 'Israel' melaporkan sejumlah operasi terhadap struktur komando Hamas di Gaza. Pada Selasa, IDF dan Shin Bet mengonfirmasi tewasnya Nael Abu Obeid, yang disebut sebagai komandan Brigade Rafah Hamas sekaligus pejabat yang bertanggung jawab atas operasi brigade tersebut. 'Israel' mengatakan Abu Obeid tewas dalam serangan udara di Gaza selatan.

Dalam laporan yang sama, intelijen militer 'Israel' menyebut Hamas masih berupaya mempertahankan pengaruh pemerintahan, merekrut anggota dan memulihkan sebagian kemampuannya. Media 'Israel' juga melaporkan bahwa militer terus melakukan operasi terhadap anggota dan infrastruktur Hamas di Gaza.

Perkembangan di lapangan juga menunjukkan bahwa kekerasan belum sepenuhnya berhenti. Reuters melaporkan bahwa serangan udara 'Israel' di sejumlah wilayah Gaza pada 15 September menewaskan sedikitnya lima warga Palestina, termasuk seorang anak dan seorang komandan Hamas.

Di sisi lain, laporan terbaru dari Middle East Monitor menyebut militer 'Israel' bahkan sedang mempersiapkan kemungkinan operasi darat baru di Gaza karena menurut sumber 'Israel' tidak ada tanda Hamas bersedia menyerahkan senjatanya. (hanoum/arrahmah.id)