BANNU (Arrahmah.id) -- Sedikitnya 14 polisi Pakistan tewas dalam serangan bom bunuh diri dan baku tembak yang dilakukan kelompok militan sempalan Taliban Pakistan di wilayah Bannu, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, dekat perbatasan Afghanistan.
Serangan terjadi pada Sabtu (9/5/2026) malam waktu setempat ketika sebuah kendaraan bermuatan bahan peledak ditabrakkan ke pos keamanan polisi sebelum sejumlah pria bersenjata menyerbu lokasi dan melepaskan tembakan. Ledakan besar menyebabkan bangunan pos polisi runtuh dan menimbulkan korban jiwa di kalangan aparat keamanan.
Menurut pejabat kepolisian setempat, seperti dilansir South Morning China Post (10/5), sebagian polisi tewas akibat baku tembak, sementara lainnya tertimbun reruntuhan bangunan setelah ledakan menghancurkan pos keamanan tersebut.
“Para pelaku lebih dulu menabrakkan mobil berisi bahan peledak ke pos polisi sebelum menyerang petugas yang masih selamat,” ujar pejabat polisi Sajjad Khan.
Kelompok bernama Ittehad-ul-Mujahideen Pakistan mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Otoritas Pakistan menyebut kelompok itu merupakan pecahan atau front baru dari Tehrik-i-Taliban Pakistan atau Taliban Pakistan.
Serangan terjadi di distrik Bannu, kawasan yang selama beberapa tahun terakhir menjadi titik panas aktivitas militan di Pakistan barat laut. Aparat keamanan langsung menggelar operasi pencarian terhadap pelaku yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengecam keras serangan tersebut dan menyebut para pelaku sebagai ancaman bagi stabilitas negara. Pemerintah juga kembali menuding kelompok militan menggunakan wilayah Afghanistan sebagai tempat perlindungan, tuduhan yang sebelumnya dibantah Taliban Afghanistan.
Insiden ini menambah panjang daftar serangan militan di Pakistan sepanjang 2026. Dalam beberapa bulan terakhir, kekerasan di wilayah perbatasan Pakistan–Afghanistan meningkat tajam, termasuk serangan terhadap polisi, militer, dan fasilitas keamanan negara. (hanoum/arrahmah.id)
