Memuat...

Delapan Pendulang Emas Tewas Dibantai OPM di Yahukimo, Dituduh Mata-Mata Aparat

Ameera
Kamis, 21 Mei 2026 / 5 Zulhijah 1447 17:40
Delapan Pendulang Emas Tewas Dibantai OPM di Yahukimo, Dituduh Mata-Mata Aparat
Delapan Pendulang Emas Tewas Dibantai OPM di Yahukimo, Dituduh Mata-Mata Aparat

YAHUKIMO (Arrahmah.id) - Sebanyak delapan pendulang emas di wilayah Korowai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, dilaporkan tewas dibunuh oleh kelompok bersenjata yang mengatasnamakan Operasi Papua Merdeka (OPM), Rabu (20/5/2026) petang.

Para korban disebut dibantai karena dituduh sebagai mata-mata aparat keamanan. Namun pihak TNI menegaskan bahwa seluruh korban merupakan warga sipil yang sedang bekerja sebagai pendulang emas.

Kepala Penerangan Komando Operasi (Koops) TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna mengatakan, para korban tidak memiliki kaitan dengan aparat keamanan.

“Delapan orang itu bukan aparat keamanan, melainkan warga sipil yang sedang beraktivitas pendulangan emas,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).

Pasca-kejadian, aparat langsung menyiapkan pasukan untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterima TNI, pelaku pembunuhan merupakan anggota TPNPB-OPM Kodap XVI Yahukimo yang dipimpin Mayor Kopitua Heluka bersama pasukan Batalyon Yamue di bawah komando Mayor Dejang Heluka.

Setelah melakukan pembunuhan terhadap delapan warga sipil, kelompok tersebut dikabarkan melarikan diri ke wilayah lain.

Selain melakukan pembantaian, kelompok itu juga mengirimkan pesan kepada pemerintah yang menyatakan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh OPM Kodap XVI.

Peristiwa ini kembali menambah daftar panjang kekerasan bersenjata di Papua yang memakan korban warga sipil.

(ameera/arrahmah.id)