Memuat...

IIA Bakar 650 Alat Musik di Khost, Larangan Musik Berlanjut

Hanoum
Jumat, 6 November 2026 / 27 Jumadilawal 1448 05:03
IIA Bakar 650 Alat Musik di Khost, Larangan Musik Berlanjut
Alat musik dimusnahkan di Afghanistan, 4 November 2026. [Foto: X]

KHOST (Arrahmah.id) -- Otoritas Taliban atau Imarah Islam Afghanistan (IIA) di Provinsi Khost, Afghanistan timur, membakar 650 alat musik yang disita dari berbagai wilayah provinsi itu selama empat bulan terakhir, Rabu (4/11/2026). Juru bicara gubernur IIA di Khost, Mustaghfir Gurbaz, menyebut pembakaran itu bagian dari upaya mencegah kemaksiatan dan memperkuat nilai Islam.

Dilansir KabulNow (4/11), Gurbaz menyatakan dalam pernyataan bahwa alat-alat itu, yang dipakai untuk memainkan dan menyiarkan musik, dikumpulkan dari ibu kota provinsi dan sejumlah distrik sebelum dibakar. Foto yang dirilis pejabat Khost, menurut laporan yang dikutip Yahoo News, memperlihatkan tumpukan gitar, harmonium, amplifier, dan pengeras suara dibuang dari truk ke dalam lubang dangkal. Aparat juga menyita dan memusnahkan DVD dalam jumlah besar. ABNA mencatat barang sitaan juga mencakup petasan dan kembang api, dan penyitaan dilakukan oleh Kementerian Pemajuan Kebajikan dan Pencegahan Kemaksiatan.

Bukan kali ini saja. KabulNow mencatat pada Oktober IIA membakar 69 alat musik di Provinsi Jawzjan, Afghanistan utara. Pada Mei, IIA membakar lebih dari 800 alat musik di Khost. Amu TV melaporkan jumlahnya 892 alat musik dan gambar makhluk hidup. Insiden serupa dilaporkan di Parwan dan Laghman, tempat ratusan alat musik dimusnahkan. Menurut Afghanistan National Institute of Music dan Afghanistan Youth Orchestra yang kini berada di pengasingan, sedikitnya 600 alat musik dibakar di Parwan saja.

Larangan itu juga menyasar acara pribadi. Berdasarkan Islam, memainkan dan mendengarkan musik dilarang, dan musik dilarang tayang di televisi dan radio. KabulNow melaporkan polisi moral IIA menggerebek pesta pernikahan dan menahan musisi. Pekan lalu, bentrokan dilaporkan pecah di Badakhshan setelah anggota IIA menghentikan musik di sebuah pesta pernikahan, menewaskan satu orang dan melukai empat lainnya. Pada Juli, polisi moral menahan sedikitnya 14 orang di Nangarhar karena memainkan musik di acara pribadi. Ratusan musisi dan seniman telah meninggalkan Afghanistan, sedangkan yang bertahan terpaksa meninggalkan profesi mereka, menurut KabulNow.

Sebagai informasi, IIA juga melarang musik publik pada masa pemerintahan pertama mereka, 1996 hingga 2001. Sejak kembali berkuasa, kelompok itu menutup pendidikan seni formal dan sekolah musik, dan sebagian siswa Sekolah Musik Perempuan Afghanistan dievakuasi ke luar negeri.(hanoum/arrahmah.id)