Memuat...

Gubernur Badakhshan: Badan Intelijen Asing Berupaya Memecah Belah Rakyat Afghanistan

Hanin Mazaya
Kamis, 5 November 2026 / 26 Jumadilawal 1448 18:07
Gubernur Badakhshan: Badan Intelijen Asing Berupaya Memecah Belah Rakyat Afghanistan
Rahmatullah Najib. (Foto: Ariana News)

BADAKHSHAN (Arrahmah.id) - Gubernur Badakhshan menyatakan bahwa badan intelijen asing berupaya menciptakan perpecahan di kalangan umat Muslim dan rakyat Afghanistan dengan memicu perselisihan.

Dalam pidatonya pada upacara kelulusan 150 personel Imarah Islam di Faizabad, Rahmatullah Najib menekankan pentingnya menjaga persatuan dan solidaritas di tengah masyarakat, seraya menyebut upaya untuk menggulingkan Imarah Islam sebagai langkah yang tidak masuk akal, lansir Tolo News (5/11/2026).

Rahmatullah Najib, Gubernur Badakhshan, mengatakan: “Badan-badan intelijen tersebut ditugaskan untuk memecah belah umat Muslim. Mereka melontarkan pernyataan-pernyataan semacam itu untuk merusak persatuan rakyat Afghanistan.”

Dalam bagian lain pidatonya, Gubernur Badakhshan menyinggung pihak-pihak yang sebelumnya bekerja sama dengan pasukan AS, seraya menegaskan bahwa upaya untuk menggulingkan Imarah Islam bukanlah solusi yang rasional.

Rahmatullah Najib menambahkan: “Mereka yang sesekali melontarkan slogan-slogan dari luar negeri harus sadar bahwa niat dan keyakinan mereka jelas keliru. Mereka mengeklaim akan membebaskan Afghanistan dari kekuasaan Taliban dan Imarah Islam. Ini bukanlah perjuangan yang masuk akal. Perjuangan yang sesungguhnya adalah membebaskan Afghanistan dari korupsi.”

Sementara itu, juru bicara Divisi Omar-e-Sales di Badakhshan menyampaikan bahwa 150 personel Imarah Islam telah menerima sertifikat kelulusan setelah merampungkan program pelatihan militer selama tiga bulan.

Noorullah Nazari, Juru Bicara Divisi Omar-e-Sales di Badakhshan, mengatakan: “Ini merupakan angkatan pelatihan kedelapan, dengan 150 personel yang lulus. Kini, mereka dapat menerapkan pengetahuan militer yang telah diperoleh di tengah masyarakat maupun di tempat tugas mereka.”

Najib juga menolak diskriminasi etnis serta segala bentuk upaya untuk memicu perpecahan antaretnis, seraya menyatakan bahwa keberagaman etnis dan solidaritas antar-kelompok masyarakat di Afghanistan justru menjadi keindahan tersendiri bagi negara tersebut. (haninmazaya/arrahmah.id)