HARGEISA (Arrahmah.id) -- Duta besar pertama 'Israel' untuk Somaliland, Michael Lotem, menyerahkan surat kepercayaannya kepada Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdullahi, yang dikenal sebagai Cirro, dalam upacara di Istana Kepresidenan di Hargeisa pekan lalu. Seusai upacara, pejabat kedua pihak meletakkan batu pertama pembangunan Kedutaan Besar 'Israel' di kota itu. Somalia, yang menganggap Somaliland bagian dari wilayahnya, menyebut langkah tersebut tidak sah.
Dilansir Addis Standard (1/11/2026), Kementerian Luar Negeri 'Israel' mengumumkan upacara itu pada Ahad (1/11). Cirro menyebutnya “hari bersejarah”, karena baru kali ini presiden Somaliland menerima surat kepercayaan dari duta besar negara anggota PBB yang mengakui kemerdekaan Somaliland. Lotem mengatakan pengakuan 'Israel' menghargai apa yang dibangun Somaliland selama 35 tahun pemerintahan sendiri. Tanggal pasti upacara tidak disebut dalam laporan.
Menurut Horn Diplomat, Lotem berjanji memajukan kerja sama di bidang keamanan dan pertahanan, perdagangan, investasi, teknologi, kesehatan, dan pendidikan. Menteri Luar Negeri 'Israel' Gideon Sa’ar menyatakan Israel bertekad memperkuat hubungan dengan Somaliland, dan penunjukan duta besar sesuai kesepakatan saat pengakuan timbal balik. Cirro menyinggung letak geografis Somaliland di Teluk Aden, seberang Yaman dan dekat jalur pelayaran Bab al-Mandeb, yang menurutnya membuat hubungan kedua pihak penting melampaui kedua pemerintah.
Somalia menolak langkah itu. Dalam pernyataan pada Selasa (3/11), Kementerian Luar Negeri Somalia menyebut langkah 'Israel' diambil tanpa persetujuan pemerintah federal, dan “batal demi hukum serta tanpa akibat hukum”. Mogadishu menegaskan Hargeisa dan wilayah Somaliland adalah bagian tak terpisahkan dari Republik Federal Somalia. Hubungan diplomatik dan perwakilan permanen, menurut pernyataan itu, membutuhkan persetujuan negara berdaulat berdasarkan Konvensi Wina. Somalia memperingatkan langkah yang mendorong fragmentasi wilayah bisa meningkatkan ketegangan di Laut Merah dan Teluk Aden, dan menyatakan berhak menempuh langkah diplomatik, politik, dan hukum.
Sebagai informasi, 'Israel' menjadi negara anggota PBB pertama yang mengakui Somaliland sebagai negara merdeka pada 26 Desember 2025. Hingga kini 'Israel' masih satu-satunya. Somaliland membuka kedutaan di Yerusalem pada Juni 2026, dan Sa’ar mengunjungi Somaliland pada Januari. Lotem, diplomat karier yang pernah menjadi duta besar 'Israel' untuk Kenya, Azerbaijan, dan Kazakhstan, ditunjuk pada April 2026. Mogadishu menyebut pengakuan Israel sebelumnya sudah ditolak Uni Afrika, IGAD, Liga Arab, dan Organisasi Kerja Sama Islam. (hanoum/arrahmah.id)
