Memuat...

Asy Syaraa ke Riyadh Lagi, Teken Kerja Sama Pertahanan

Hanoum
Kamis, 5 November 2026 / 26 Jumadilawal 1448 04:59
Asy Syaraa ke Riyadh Lagi, Teken Kerja Sama Pertahanan
Presiden Suriah Ahmad asy Syaraa bertemu dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman di Riyadh, 4 November 2026. [Foto: SANA]

RIYADH (Arrahmah.id) -- Presiden Suriah Ahmad asy Syaraa bertemu Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Riyadh, Rabu (4/11/2026), untuk membahas hubungan bilateral dan menandatangani sejumlah perjanjian. Salah satunya kerja sama antara kementerian pertahanan kedua negara. Sejumlah pinjaman lunak untuk pembangunan Suriah, senilai lebih dari 403 juta dollar AS, juga ditandatangani.

Dilansir Enab Baladi (4/11), kunjungan itu bertujuan menandatangani kontrak dan membahas isu yang menjadi kepentingan bersama. Kepresidenan Suriah menyatakan pertemuan dihadiri sejumlah menteri dan pejabat tinggi kedua negara. Kantor berita Suriah, SANA, sebelumnya mengumumkan agenda pertemuan, termasuk penandatanganan beberapa perjanjian di berbagai sektor.

Kantor berita Saudi, SPA, seperti dikutip Reuters, melaporkan kementerian pertahanan kedua negara menandatangani perjanjian kerja sama. Belum ada rincian isi perjanjian itu. Penandatanganan terjadi saat milisi Syiah Houtsi di Yaman, yang berafiliasi dengan Iran, terus menyerang Arab Saudi dengan rudal dan drone.

Dana Pembangunan Saudi menandatangani enam perjanjian dengan Kementerian Keuangan Suriah untuk pinjaman pembangunan lunak lebih dari 403 juta dollar AS, kata kementerian Suriah. Pinjaman itu untuk mendukung sektor pembangunan dan layanan. Media pemerintah Suriah juga menyebut kontrak partisipasi resmi Suriah di Expo 2030 Riyadh senilai 10,6 juta dollar AS.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Reuters melaporkan bulan lalu bahwa Suriah mempertimbangkan dengan cermat pemberian bantuan militer kepada Arab Saudi dalam perang yang kembali memanas melawan Houtsi. Menurut Reuters, Riyadh telah meminta bantuan ke banyak pihak, dari Amerika Serikat hingga Eropa dan Timur Tengah, baik untuk dukungan bertahan maupun menyerang. Pada 31 Oktober, Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani mengatakan Damaskus sedang menimbang bergabung dengan Pakta Pertahanan Mekkah yang dipimpin Arab Saudi, Turki, dan Pakistan.

Kunjungan ini merupakan yang kedua ke Arab Saudi dalam beberapa pekan. Menurut The National, Asy Syaraa juga mengunjungi Riyadh pada 6 Oktober dan bertemu Pangeran Mohammed, serta pernah ke Jeddah pada April. Arab Saudi menjadi tujuan luar negeri pertama Asy Syaraa setelah menjabat presiden, yakni pada 2 Februari 2025. Riyadh kini menjadi investor besar di Suriah sejak pemerintahan Bashar al-Assad runtuh pada akhir 2024, serta berperan dalam memulihkan hubungan Damaskus dengan negara-negara besar. (hanoum/arrahmah.id)