Memuat...

Hubungan Afghanistan-Pakistan: Dinamika Saling Keterkaitan antara Keamanan dan Ekonomi

Hanin Mazaya
Jumat, 17 April 2026 / 29 Syawal 1447 13:05
Hubungan Afghanistan-Pakistan: Dinamika Saling Keterkaitan antara Keamanan dan Ekonomi
(Foto: Tolo News)

ISLAMABAD (Arrahmah.id) - Dalam sebuah artikel, Institut Studi Strategis Islamabad menyatakan bahwa isu keamanan dan ekonomi saling terkait dalam hubungan antara Afghanistan dan Pakistan. Peningkatan keamanan mendorong perdagangan, sementara kolaborasi ekonomi membantu menciptakan lingkungan kepercayaan untuk stabilitas berkelanjutan.

Artikel tersebut mencatat bahwa pendekatan Pakistan terhadap Afghanistan seharusnya tidak hanya mencakup langkah-langkah keamanan tetapi juga keterlibatan diplomatik, perdagangan, dan pengelolaan Garis Durand yang tepat.

Penulis menunjukkan bahwa ketergantungan pada kekuatan dan operasi militer oleh Pakistan belum menghasilkan solusi yang langgeng.

Dr. Amina Khan, kepala pusat Afghanistan, Timur Tengah, dan Afrika di Institut Studi Strategis Islamabad, juga menulis bahwa meskipun ada ketegangan, "Taliban Afghanistan" belum meninggalkan meja perundingan dengan Pakistan, dan Islamabad juga harus melanjutkan dialog dengan Kabul, lansir Tolo News (17/4/2026).

“Mediasi oleh negara-negara seperti Turki, Cina, Arab Saudi, dan Qatar bermanfaat, tetapi hubungan langsung antara Pakistan dan Afghanistan lebih efektif. Keterlibatan antara keduanya harus ada pada tingkat politik, etnis, dan agama.” Demikian sebagian isi artikel tersebut.

Artikel tersebut menambahkan bahwa jirga yang terdiri dari tokoh politik, tetua suku, dan ulama juga dapat bermanfaat dalam pembicaraan antara Kabul dan Islamabad.

Sebelumnya, sumber-sumber mengatakan kepada Tolo News bahwa selama pembicaraan yang diselenggarakan oleh Cina antara Afghanistan dan Pakistan, pihak Pakistan hanya fokus pada masalah keamanan, sementara pihak Afghanistan menginginkan agar masalah ekonomi, perdagangan, dan transit juga dimasukkan.

Di luar Cina, utusan khusus Rusia untuk Afghanistan, Zamir Kabulov, baru-baru ini menyatakan bahwa Rusia siap untuk menengahi pembicaraan antara Kabul dan Islamabad.

Putaran pembicaraan terakhir antara Afghanistan dan Pakistan di Cina berakhir pekan lalu, tetapi belum ada tanda-tanda kemungkinan putaran kedua. (haninmazaya/arrahmah.id)