Memuat...

Usai Penembakan Sekolah, Turki Tangkap Ratusan Orang dalam Operasi Besar

Hanoum
Jumat, 17 April 2026 / 29 Syawal 1447 09:04
Usai Penembakan Sekolah, Turki Tangkap Ratusan Orang dalam Operasi Besar
Petugas medis di lokasi penembakan di sebuah sekolah di Kahramanmaras, Turki. [Foto: Orhan Erkilic/AFP]

ANKARA (Arrahmah.id) -- Otoritas Turki menangkap puluhan hingga ratusan orang dalam operasi keamanan besar setelah dua insiden penembakan sekolah yang terjadi dalam dua hari berturut-turut pada 14–15 April 2026. Penangkapan dilakukan terhadap individu yang diduga menyebarkan konten provokatif dan memuji aksi kekerasan di media sosial.

Insiden penembakan paling mematikan terjadi di Kahramanmaraş, ketika seorang siswa berusia 14 tahun menembak secara acak di dalam kelas dan menewaskan sedikitnya sembilan orang, termasuk delapan siswa dan satu guru, serta melukai belasan lainnya.

Sehari sebelumnya, serangan serupa juga terjadi di wilayah Şanlıurfa, ketika seorang mantan siswa melepaskan tembakan di sekolah dan melukai 16 orang sebelum mengakhiri hidupnya.

Menanggapi dua kejadian tersebut, aparat keamanan Turki langsung melakukan penindakan terhadap aktivitas daring yang dinilai memperkeruh situasi. Sedikitnya 83 orang ditahan karena diduga memuji aksi penembakan atau menyebarkan konten yang menimbulkan kepanikan publik.

Menteri Dalam Negeri Turki, Ali Yerlikaya, dilansir BBC (16/4/2026) menegaskan bahwa langkah tersebut diambil untuk menjaga ketertiban dan mencegah penyebaran konten berbahaya. Ia menyatakan, Kami tidak akan membiarkan siapa pun menyebarkan propaganda yang memuliakan kekerasan atau menciptakan ketakutan di masyarakat,”

Selain penangkapan, pemerintah juga membatasi akses ke lebih dari 1.000 akun media sosial dan platform komunikasi yang terlibat dalam penyebaran konten terkait insiden tersebut.

Otoritas menyebut bahwa penembakan di sekolah tersebut merupakan aksi individu dan tidak terkait dengan jaringan terorisme. Namun, penyelidikan tetap dilakukan untuk mengungkap motif serta kemungkinan faktor lain di balik kejadian tersebut.

Peristiwa ini mengejutkan publik Turki, mengingat kasus penembakan di sekolah tergolong jarang terjadi di negara tersebut. Pemerintah kini meningkatkan pengamanan di lingkungan pendidikan serta memperketat pengawasan terhadap kepemilikan senjata api. (hanoum/arrahmah.id)