Memuat...

Kelompok Syiah Klaim Serangan Pembakaran di London, Polisi Selidiki Keterkaitan

Hanoum
Jumat, 17 April 2026 / 29 Syawal 1447 09:37
Kelompok Syiah Klaim Serangan Pembakaran di London, Polisi Selidiki Keterkaitan
Empat ambulans milik badan amal komunitas Yahudi Hatzola di Golders Green. [Foto: Getty Images]

LONDON (Arrahmah.id) -- Kelompok Syiah bernama Harakat Ashab al-Yamin al-Islamiyya mengaku bertanggung jawab atas serangkaian serangan pembakaran di London, sementara aparat Inggris masih menyelidiki kebenaran klaim yang terjadi di sejumlah lokasi di London .

Insiden terjadi pada April 2026 dan menyasar beberapa target, termasuk fasilitas yang terkait dengan komunitas Yahudi serta kantor media yang berafiliasi dengan Iran. Dalam salah satu kasus, pelaku mencoba membakar sinagoga di kawasan Finchley, sementara serangan lain menargetkan ambulans milik organisasi amal di Golders Green.

Menurut laporan BBC News (16/4/2026), aparat kontraterorisme Inggris telah menangkap sejumlah tersangka, termasuk remaja dan orang dewasa, atas dugaan keterlibatan dalam aksi pembakaran yang membahayakan nyawa.

Kelompok tersebut mengklaim aksinya melalui kanal media sosial, namun otoritas Inggris menegaskan bahwa klaim itu masih diverifikasi dan belum dapat dipastikan keasliannya. Para penyelidik juga tengah menelusuri kemungkinan keterkaitan dengan aktor asing atau jaringan yang lebih luas.

Seorang pejabat kepolisian Inggris menyatakan, “Kami menyadari adanya klaim tanggung jawab dari kelompok tertentu, namun penyelidikan masih berlangsung dan kami belum mengonfirmasi keabsahan klaim tersebut,”

Serangan ini memicu kekhawatiran meningkatnya ancaman keamanan terhadap komunitas tertentu di Inggris. Polisi menyatakan bahwa beberapa insiden diperlakukan sebagai kejahatan kebencian, meskipun belum semuanya dikategorikan sebagai aksi terorisme secara resmi.

Laporan lain menyebut bahwa kelompok tersebut sebelumnya juga mengklaim serangan serupa di beberapa negara Eropa, termasuk Belgia dan Belanda, dengan target yang berkaitan dengan kepentingan Yahudi dan Barat. Namun, sejumlah analis meragukan struktur dan keberadaan nyata kelompok ini, menyebutnya sebagai entitas yang belum sepenuhnya terverifikasi.

Seorang analis keamanan menyatakan, “Kelompok ini masih misterius, dan ada kemungkinan klaim tersebut merupakan bagian dari strategi propaganda atau upaya menciptakan ketakutan,”

Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap motif, pelaku utama, serta kemungkinan keterlibatan jaringan internasional. Otoritas Inggris juga meningkatkan pengamanan di sejumlah lokasi sensitif sebagai langkah antisipasi terhadap potensi serangan lanjutan.  (hanoum/arrahmah.id)