Memuat...

IIA Bantah Al Qaeda Masih Berada di Afghanistan

Hanoum
Selasa, 15 September 2026 / 4 Rabiulakhir 1448 04:07
IIA Bantah Al Qaeda Masih Berada di Afghanistan
Zabihullah Mujahid. [Foto: Amu TV]

KABUL (Arrahmah.id) -- Pemerintah Taliban atau Imarah Islam Afghanistan (IIA) membantah laporan yang menyebut jaringan Al Qaeda kembali aktif dan membangun kekuatan di Afghanistan. Juru bicara IIA, Zabihullah Mujahid, pada Ahad (13/9/2026) menolak pemberitaan yang mengutip pejabat keamanan Barat dan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai keberadaan serta aktivitas kelompok tersebut di negara itu.

Mujahid menyatakan, seperti dilansir Afghanistan International (13/9), bahwa Al Qaeda tidak beroperasi di Afghanistan. Ia juga menilai laporan mengenai pembangunan kembali jaringan Al Qaeda sebagai informasi yang tidak berdasar dan bagian dari propaganda.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah laporan The Washington Post mengungkap dugaan aktivitas baru kelompok itu dengan mengacu pada keterangan pejabat keamanan Barat dan sumber dalam sistem pemantauan PBB.

Sejumlah laporan juga mengaitkan perkembangan tersebut dengan keberadaan fasilitas pelatihan dan meningkatnya kerja sama antara jaringan militan lintas negara. Namun, rincian mengenai lokasi, skala, dan kemampuan operasional jaringan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Klaim mengenai keberadaan Al Qaeda di Afghanistan bertentangan dengan pernyataan pemerintah IIA yang berulang kali menegaskan bahwa wilayah negara itu tidak akan digunakan untuk menyerang negara lain. Kabul juga menolak tuduhan bahwa pihaknya memberikan ruang bagi kelompok militan untuk melancarkan serangan terhadap Pakistan dari wilayah Afghanistan.

Dalam laporan terbarunya, Reuters menyebut Al Qaeda masih menjadi bagian penting dari jaringan jihad global, meskipun pengaruhnya telah menurun dibandingkan masa kepemimpinan Osama bin Laden. Organisasi tersebut kini lebih terdesentralisasi dan bertumpu pada kelompok afiliasi di Afrika, Timur Tengah, serta Asia Selatan.

Sejumlah pengamat menilai kemampuan Al-Qaeda saat ini perlu dilihat secara lebih hati-hati. Michael Semple, mantan diplomat Uni Eropa untuk Afghanistan, mengatakan bahwa anggota Al Qaeda masih mungkin berada di Afghanistan, tetapi organisasi tersebut dinilai telah melemah dan tidak memiliki kapasitas besar untuk menyerang Amerika Serikat atau Israel.

Ia juga menilai ancaman dari IIA—yang kini menguasai wilayah dan memiliki jaringan lembaga pendidikan agama—perlu dibedakan dari ancaman Al Qaeda sebagai organisasi transnasional. (hanoum/arrahmah.id)