Memuat...

Pertempuran Memanas, Pasukan Yaman Klaim Kuasai Posisi Houtsi di Taiz

Zarah Amala
Senin, 14 September 2026 / 3 Rabiulakhir 1448 11:31
Pertempuran Memanas, Pasukan Yaman Klaim Kuasai Posisi Houtsi di Taiz
Pasukan pemerintah Yaman merebut sejumlah posisi dari kelompok Houtsi dan bergerak menuju wilayah baru di barat daya Provinsi Taiz pada Ahad (13/9/2026) (Anadolu).

SANA'A (Arrahmah.id) - Pasukan pemerintah Yaman merebut sejumlah posisi dari kelompok Houtsi dan bergerak menuju wilayah baru di barat daya Provinsi Taiz pada Ahad (13/9/2026). Operasi tersebut juga diiringi serangkaian serangan udara terhadap posisi, konsentrasi pasukan, dan kendaraan Houtsi di sejumlah wilayah Taiz, menurut kantor berita pemerintah Saba.

Sumber militer dari Komando Militer Taiz mengatakan pasukan pemerintah berhasil merebut posisi yang menghadap kawasan Jardad di Distrik Al-Shamayatayn. Posisi tersebut sebelumnya disusupi dan dikuasai Houthi.

Pasukan pemerintah kemudian bergerak menuju Ghayl Bani Omar, kawasan pedesaan yang menjadi salah satu garis depan pertempuran antara pasukan pemerintah dan Houtsi. Sumber tersebut mengatakan sejumlah peralatan militer berhasil disita dan sejumlah anggota Houtsi menjadi korban, tanpa merinci jumlahnya.

Serangan udara juga dilaporkan menghantam kendaraan dan konsentrasi pasukan Houtsi di Distrik Dhubab, Al-Waziiyah, dan Hayfan.

Serangan lainnya menyasar konsentrasi pasukan Houtsi di kawasan Al-Afirah, Distrik Jabal Habashi. Menurut sumber militer, serangan itu menghancurkan sejumlah kendaraan militer dan memicu ledakan gudang amunisi kaliber menengah. Sedikitnya 10 anggota Houtsi disebut tewas.

Houtsi belum memberikan komentar mengenai laporan tersebut.

Dalam beberapa hari terakhir, peta penguasaan wilayah di Yaman mengalami perubahan signifikan. Houtsi sebelumnya mengklaim menguasai sejumlah distrik di Al Hudaydah dan Taiz di sepanjang pesisir barat, serta sejumlah pulau di Laut Merah, termasuk Pulau Perim di Selat Bab el-Mandeb.

Sementara itu, pasukan pemerintah Yaman melaporkan kemajuan di Provinsi Al-Jawf, dekat perbatasan Arab Saudi, dan mengaku semakin mendekati Al-Hazm, ibu kota provinsi tersebut.

Pasukan pemerintah juga melaporkan serangan udara terhadap target Houtsi di Mocha dan sekitarnya, serta sejumlah lokasi di Taiz, Lahj, dan Al-Dhalea. Mereka mengklaim kendaraan militer dan persenjataan Houtsi hancur dalam serangan tersebut serta berhasil memukul mundur serangan besar Houtsi di Marib.

Pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman dan Houtsi kembali meningkat sejak awal Juli 2026 setelah bertahun-tahun relatif mereda. Konflik Yaman telah berlangsung sejak Houtsi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada September 2014, yang kemudian mendorong koalisi Arab pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi militer pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional. (zarahamala/arrahmah.id)