Memuat...

Polisi Selidiki Keracunan Massal Ratusan Siswa di Pati dan Blora Usai Santap Menu MBG

Ameera
Senin, 14 September 2026 / 3 Rabiulakhir 1448 14:08
Polisi Selidiki Keracunan Massal Ratusan Siswa di Pati dan Blora Usai Santap Menu MBG
Polisi Selidiki Keracunan Massal Ratusan Siswa di Pati dan Blora Usai Santap Menu MBG

PATI (Arrahmah.id) — Kepolisian masih menyelidiki kasus keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Kabupaten Pati dan Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Para siswa diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan di sekolah.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Yuliyanto mengatakan polisi tengah melakukan pengujian terhadap sampel makanan yang disajikan pada hari kejadian. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui makanan atau bahan yang kemungkinan mengandung zat penyebab keracunan.

“Yang kemungkinan mengandung zat penyebab keracunan,” kata Yuliyanto, Ahad (13/9/2026.

Yuliyanto mengatakan perkara tersebut masih berada dalam tahap penyelidikan. Polisi juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab pasti keracunan massal tersebut.

Namun, Yuliyanto belum bersedia mengungkapkan pihak-pihak yang telah diperiksa dalam penyelidikan.

424 Siswa di Pati Mengalami Keracunan

Di Kabupaten Pati, jumlah siswa yang mengalami gejala keracunan mencapai 424 orang. Data tersebut dicatat oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pati.

Kepala Dinas Kesehatan Pati Luky Pratugas Narimo mengatakan sebanyak 58 siswa masih menjalani rawat inap. Sementara itu, 322 korban lainnya tercatat menjalani perawatan sebagai pasien rawat jalan.

“Pasien rawat jalan tercatat sebanyak 322 orang,” ujar Luky dalam keterangan tertulis.

Para korban merupakan siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Gembong dan Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Pati. Mereka mengalami sejumlah gejala, antara lain mual dan diare, setelah menyantap makanan dari program MBG.

Makanan tersebut disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertugas menyediakan menu MBG bagi para siswa.

Besarnya jumlah korban membuat Pemerintah Kabupaten Pati menetapkan peristiwa tersebut sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Pelaksana tugas Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan penetapan KLB dilakukan karena kasus tersebut berkaitan dengan keselamatan para korban.

“Karena menyangkut keselamatan korban,” kata Risma dalam keterangan resmi, Kamis, (10/9/2026).

141 Siswa di Blora Turut Keracunan

Kasus serupa juga terjadi di Kabupaten Blora. Sebanyak 141 siswa dilaporkan mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG di sekolah.

Para korban berasal dari Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Tunjungan dan Sekolah Menengah Pertama Albanjari.

Pemerintah Kabupaten Blora kemudian melakukan penelusuran terhadap makanan yang dikonsumsi para siswa pada hari kejadian.

Bupati Blora Arief Rahman mengatakan terdapat dugaan salah satu menu yang disajikan tidak layak untuk dikonsumsi. Salah satu makanan yang menjadi dugaan awal adalah sayur sop yang berisi brokoli dan jagung.

“Dugaan sementara sayur sop brokoli dan jagung,” tutur Arief (Selasa/9/2026).

Meski demikian, penyebab pasti keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan dan pengujian sampel makanan. Kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari saksi serta melakukan pemeriksaan terhadap sampel untuk memastikan sumber zat yang menyebabkan para siswa mengalami gejala keracunan.

Kasus di Pati dan Blora tersebut menjadi perhatian karena terjadi setelah siswa mengonsumsi menu MBG.

Hasil penyelidikan dan pemeriksaan laboratorium nantinya diharapkan dapat mengungkap penyebab kejadian sekaligus menentukan langkah penanganan dan pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

(ameera/arrahmah.id)