Memuat...

Imarah Islam Membantah Klaim yang Mengatakan Wilayah Utaranya Tidak Aman

Hanin Mazaya
Selasa, 25 Agustus 2026 / 13 Rabiulawal 1448 15:07
Imarah Islam Membantah Klaim yang Mengatakan Wilayah Utaranya Tidak Aman
(Foto: Tolo News)

KABUL (Arrahmah.id) - Juru bicara Imarah Islam Afghanistan, Zabiullah Mujahid, menepis klaim International Crisis Group yang menyebutkan bahwa situasi keamanan di Afghanistan utara kian memburuk, seraya menegaskan bahwa kondisi keamanan di wilayah tersebut tetap terkendali.

Mujahid mengatakan kepada Tolo News bahwa sempat muncul masalah terbatas dalam beberapa hari terakhir, namun menurutnya, situasi tersebut berhasil ditangani dalam waktu kurang dari 24 jam.

Mujahid menegaskan bahwa tidak ada pihak yang diizinkan menggunakan wilayah Afghanistan untuk melancarkan aksi terhadap negara lain.

Zabihullah Mujahid, juru bicara Imarah Islam, mengatakan: "Beberapa penyimpangan terkait pertambangan dan aktivitas ilegal tertentu juga telah berhasil ditangani. Ini bukan krisis besar, dan tidak perlu ada kekhawatiran mengenai hal ini."

Sebelumnya, International Crisis Group dalam laporannya menyebutkan adanya tanda-tanda meningkatnya ketidakstabilan di Afghanistan utara.

Organisasi tersebut menyoroti aktivitas kelompok-kelompok penentang Imarah Islam serta sejumlah keluhan masyarakat setempat, seraya menyatakan bahwa isu-isu ini dapat mencerminkan ketegangan yang lebih luas di wilayah utara.

Asadullah Nadim, seorang analis militer, mengatakan: "Situasi keamanan tidak dalam kondisi kritis, namun masalah utamanya adalah ketertinggalan pembangunan. Pada masa pemerintahan sebelumnya, wilayah-wilayah ini—terutama daerah terpencil di utara—kurang mendapat perhatian pemerintah, sehingga pembangunan di kawasan tersebut masih terbatas."

Sementara itu, para analis berpendapat bahwa insiden yang terjadi secara sporadis tidak serta-merta menandakan peningkatan gangguan keamanan, namun kejadian yang berulang dapat memengaruhi situasi keamanan secara keseluruhan.

Mereka menekankan bahwa penanganan masalah lokal dan upaya mencegah eskalasi perselisihan dapat membantu menjaga stabilitas di wilayah tersebut.

Akhtar Rasekh, seorang analis politik, mengatakan: "Bentrokan ini bermula dari persaingan intelijen regional, upaya sejumlah negara tetangga untuk mengeksploitasi sumber daya mineral kita, serta masalah terkait air dan batas wilayah dengan negara-negara tetangga. Berbagai persoalan ini memicu beragam jenis konflik di Afghanistan."

Pihak Imarah Islam juga menegaskan bahwa situasi di Afghanistan utara tetap normal dan aparat keamanan mampu meredam segala bentuk gangguan keamanan. (haninmazaya/arrahmah.id)